Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim telah membujuk otoritas Israel untuk menyepakati perpanjangan gencatan senjata dengan kelompok Hizbullah di Lebanon.
Kesepakatan tersebut mulai berlaku pada Jumat sore waktu setempat, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
>>> Warga Ciseeng Bogor Tangkap Dua Remaja Konvoi Diduga Hendak Tawuran
Trump menyatakan dirinya menghubungi otoritas Israel melalui telepon pada Jumat pagi untuk meminta mereka menyetujui gencatan senjata tersebut.
"Ini hal yang positif," kata Trump kepada NBC News.
Pemimpin AS itu juga menambahkan komentar singkat mengenai pencapaian kesepakatan tersebut dalam wawancara yang sama.
"Ini seperti tambahan yang manis," imbuh Trump.
Hubungan bilateral antara dirinya dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu diakui Trump tetap berjalan dengan sangat baik.
"Terkadang Anda hanya perlu tenang dan menggunakan akal sense," ucap Trump.
>>> MPR RI dan UNHAS Evaluasi Implementasi Pasal 33 UUD 1945
Meskipun demikian, Trump memilih untuk tidak memaparkan apakah komunikasi telepon itu dilakukan secara langsung dengan Netanyahu atau pejabat lainnya.
Sebelumnya, penandatanganan nota kesepahaman secara elektronik telah dilakukan oleh Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Rabu malam demi mengakhiri perang di semua front.
Pejabat senior Amerika Serikat yang enggan disebut namanya mengonfirmasi bahwa perpanjangan kesepakatan tersebut resmi berjalan pada Jumat pukul 16.00 waktu setempat.
Di sisi lain, situasi di lapangan masih memanas. Serangan udara Israel sejak Jumat pagi telah menewaskan sedikitnya 47 orang di Lebanon bagian selatan dan timur.
Serangan balasan dari pihak Hizbullah di wilayah Lebanon selatan juga dilaporkan menyebabkan empat tentara Israel tewas.
Berdasarkan data resmi, operasi militer Israel di Lebanon sejak 2 Maret telah menewaskan total 3.912 orang, melukai 11.873 orang, serta memaksa lebih dari satu juta warga mengungsi.
>>> Dokter Kandungan Ingatkan Ibu Pascamelahirkan Hindari Diet Ekstrem
Pasukan Israel terus maju hingga 10 kilometer di wilayah selatan Lebanon.