Banyak pemilik kendaraan hanya fokus pada servis ringan seperti tune up atau carbon clean. Padahal, ada elemen yang jauh lebih vital: oli mesin.
Kamal, pemilik Bengkel Kafka di Bogor, menegaskan bahwa risiko kerusakan fatal pada mobil hampir selalu berkaitan dengan masalah pelumas.
>>> Annisa Mahesa Salurkan Bantuan Alat Marching Band ke PAUD Nurul Almi
"Yang bikin mobil rusak dan mogok adalah oli. Bikin mesin jebol itu oli.
Jantungnya (mobil) kalau oli itu," ujarnya kepada Kompas. com, Kamis (18/6/2026).
Menurut Kamal, melalaikan perawatan luar hanya menurunkan performa. Namun, mengabaikan pelumas dapat berakibat fatal pada jantung kendaraan.
Suhu Optimal dan Perlindungan Komponen
Secara teknis, oli mesin berfungsi sebagai benteng pertahanan di antara komponen logam yang saling bergesekan.
Pelumas melapisi permukaan logam secara tipis namun kuat, sehingga kualitasnya sangat memengaruhi perlindungan mekanis.
>>> Titiek Soeharto Tinjau Transformasi Nusakambangan Jadi Pulau Kemandirian
Selain meredam gesekan, oli juga mengendalikan suhu di dalam ruang mesin agar tetap optimal. "Semakin panas mesinnya, semakin hilang tenaganya, semakin boros BBM-nya.
Nah, fungsi kerjanya si oli ini menekan suhu mesin," jelas Kamal.
Kamal memberikan gambaran bahwa mesin dengan pelumas buruk bisa mengalami lonjakan suhu internal hingga 150 derajat Celsius.
Sebaliknya, pelumas bagus mampu menahan suhu mesin pada angka optimal sekitar 100 hingga 110 derajat Celsius.
Kondisi suhu yang stabil membuat kerja ruang bakar lebih ringan, sehingga efektif mereduksi konsumsi bahan bakar kendaraan.
>>> Brasil Cukur Haiti 3-0, Vinicius Junior Jadi Man of the Match
Kamal memastikan mesin tidak akan mudah rewel jika pemilik mobil memakai pelumas berkualitas baik dan disiplin melakukan penggantian berkala.