GAC Indonesia memutuskan untuk menunda peluncuran MPV premium E9 PHEV di pasar otomotif Tanah Air.
Keputusan ini diambil karena ketidakstabilan kondisi ekonomi serta harga bahan bakar fosil saat ini.
>>> Peneliti Temukan Bukti Wabah Pes Tertua di Siberia
Penundaan peluncuran kendaraan dengan teknologi plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) tersebut dipengaruhi oleh pemantauan perusahaan terhadap fluktuasi nilai tukar rupiah, harga bahan bakar, dan daya beli masyarakat.
Alasan di Balik Penundaan
Chief Executive Officer (CEO) GAC Indonesia Andry Ciu menjelaskan bahwa keputusan ini berkaitan erat dengan masih digunakannya bahan bakar bensin sebagai sumber tenaga pada model E9 PHEV.
"E9 ditunda karena PHEV tetap menggunakan bahan bakar fosil.
Oleh karena itu, dengan adanya fenomena sekarang masih marak GAC menunda peluncuran segala kendaraan yang berbahan bakar fosil.
>>> Jadwal Timnas MLBB Indonesia di Kualifikasi Asian Games 20 Juni 2026
Sampai situasi terkendali normal kembali kita akan meluncurkan kendaraan tersebut," kata Andry.
Pihak manajemen GAC Indonesia belum dapat memastikan apakah produk MPV premium ini akan tetap diperkenalkan ke publik pada sisa tahun ini atau bergeser ke jadwal berikutnya.
"Tergantung kondisi sekarang, semoga tidak berkepanjangan, harga Pertamax bisa terkendali, kurs kembali normal, ekonomi kembali membaik bisa kita luncurkan," ujar Andry.
Spesifikasi GAC E9 PHEV
Secara teknis, GAC E9 memadukan mesin bensin 2.0 liter dengan motor listrik yang mampu memproduksi tenaga 373 Tk dan torsi puncak mencapai 630 Nm.
>>> Tiga Pemenang Kuis Tebak Rider MotoGP Bold Riders Kantongi Hadiah
Jarak tempuh total mobil hibrida mewah ini diklaim mampu mencapai 1.032 kilometer jika tangki bahan bakar dan daya baterai terisi penuh.