MSCI menyoroti sejumlah hambatan struktural yang menyebabkan akses pasar modal Indonesia kurang kompetitif. Akibatnya, penilaian aspek Information Flow dari positif menjadi negatif pada Jumat (19/6/2026).
Penurunan penilaian ini terjadi karena kualitas informasi dan transparansi pasar modal dinilai memburuk. Meskipun demikian, Indonesia berhasil mempertahankan statusnya dalam Emerging Market.
>>> TMII Tawarkan Promo Kumpul Bocah 50%, DKI Jakarta Hadirkan Tarif Transportasi Rp 1
Kondisi ini direspons pasar dengan penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 0,08 persen ke level 6.177,13.
Namun, tercatat adanya aliran keluar dana asing senilai Rp3,14 triliun di pasar reguler.
Pihak otoritas bursa menyatakan bahwa catatan perbaikan dari lembaga pemeringkat internasional tersebut selaras dengan program pembenahan yang sedang berjalan.
Jeffrey Hendrik, Penjabat sementara (Pjs) Direktur Utama BEI, meyakini kondisi ke depan akan menjadi lebih baik.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai tinjauan MSCI menegaskan arah reformasi Pasar Modal Indonesia untuk terus memperkuat kualitas transparansi, identifikasi coordinated trading, dan daya saing pasar.
Hal ini disampaikan oleh Hasan Fawzi, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK.
Persepsi Risiko dan Rekomendasi Pengamat
Pengamat pasar modal Budi Frensidy dari Universitas Indonesia (UI) menilai penurunan metrik informasi menunjukkan adanya persepsi risiko yang meningkat bagi pemodal internasional.
Ia menekankan bahwa self regulatory organization (SRO) perlu fokus memperbaiki transparansi, likuiditas, free float efektif, dan komunikasi dengan investor institusi global agar kepercayaan pasar tidak terus tergerus.
Budi Frensidy memproyeksikan potensi penjualan bersih oleh investor asing masih terbuka di paruh kedua tahun ini.
Saham-saham besar seperti bank-bank besar dan saham berkapitalisasi besar berpotensi tetap menjadi sumber penjualan utama jika tekanan berlanjut.
Menurutnya, stabilitas nilai tukar dan pemulihan kepercayaan merupakan kunci perbaikan indeks ke depan.
>>> Ruben Dias Bela Cristiano Ronaldo dari Kritik Pasca Portugal Ditahan Imbang Kongo
Ia memproyeksikan target pergerakan indeks pada akhir tahun berada di rentang moderat, dengan risiko terburuk berhasil dihindari karena status Emerging Market tetap dipertahankan.