Pemerintah bersama PT Roatex Indonesia Toll System (RITS) tengah mematangkan skenario uji coba sistem pembayaran tol nirhenti dan nirsentuh atau multi lane free flow (MLFF).
Pengujian ini dilakukan sebelum teknologi tersebut diimplementasikan secara luas di jaringan jalan tol tanah air.
>>> Polda Jateng Cup E-Sports Digelar untuk Rangkul Komunitas Pemuda
Langkah pengujian menjadi tahapan krusial setelah proyek modernisasi transaksi yang digagas sejak 2018 ini masuk ke fase evaluasi kelayakan.
Kajian Teknis dan Operasional
Aspek teknis, operasional, serta kesesuaian sistem dengan karakteristik jalan tol domestik kini sedang dikaji secara mendalam oleh pihak berwenang.
Direktur Roatex Indonesia Toll System, Renaldi Utomo, menjelaskan bahwa pihaknya ikut menyokong pemerintah dalam merumuskan skenario teknis pengujian tersebut.
Pembahasan mencakup berbagai situasi di lapangan, mulai dari kondisi ideal hingga antisipasi kendala operasional.
Jalinan koordinasi antara otoritas terkait dan pihak investor berjalan kondusif. RITS selaku mitra strategis berkepentingan memastikan agar seluruh tahapan proyek berjalan selaras dengan target semula.
Ketetapan mengenai tanggal pasti pelaksanaan uji coba masih belum dikeluarkan. Renaldi menyebutkan bahwa kepastian waktu dan penentuan lokasi pengujian sepenuhnya berada di bawah kewenangan pemerintah.
“Kami menunggu arahan pemerintah. Dari 2022 sampai sekarang kami selalu mengikuti arahan yang diberikan pemerintah,” ujar Renaldi.
Wilayah Bali yang sejak awal disiapkan menjadi lokasi percontohan tetap masuk dalam opsi utama. Kendati demikian, pembukaan uji coba di ruas jalan tol lain juga tetap terbuka lebar.
Mengenai skema kerja sama, kontrak RITS yang mengacu pada surat perintah kerja tertanggal 15 Maret 2022 tetap berlandaskan konsep MLFF.
Namun, penggunaan palang atau barrier pada gerbang fisik tol tetap akan diterapkan selama masa peralihan.
“Kami memang sudah sepakat bahwa dalam proses transisi ini masih mempergunakan barrier. Jadi ada konsep transisi dan ada konsep akhir sesuai desain MLFF.
Keputusan akhirnya tentu berada di pemerintah dan kami mendukung,” paparnya.
>>> Jay Idzes Kirim Doa untuk Ismael Kone yang Cedera Parah di Piala Dunia