Tim nasional Jerman bersiap menghadapi tantangan fisik dari Pantai Gading dalam laga lanjutan Grup E Piala Dunia 2026 di Toronto Stadium, Kanada, pada Minggu (21/6) dini hari WIB.
Pertandingan ini menjadi penentu posisi puncak klasemen karena kedua tim sama-sama mengantongi tiga poin dari kemenangan di laga perdana.
>>> Ayoub Bouaddi Masuk Tim Terbaik Fase Grup Piala Dunia 2026 Versi Opta
Pelatih Timnas Jerman, Julian Nagelsmann, mengisyaratkan akan kembali menurunkan susunan sebelas pemain pertama yang sama seperti saat mengalahkan Curacao 7-1.
Jerman yang kini menempati peringkat ke-10 FIFA dinilai memiliki kedalaman skuad merata, meski Nagelsmann tetap membuka opsi perubahan taktis untuk mengantisipasi serangan balik lawan.
Antisipasi tersebut didasari oleh ketangguhan fisik skuad Pantai Gading yang menempati peringkat ke-33 dunia.
Penyerang sayap Pantai Gading, Yan Diomande, menjadi ancaman besar setelah mencatatkan performa spektakuler bersama RB Leipzig dan menjadi pemain terbaik saat mengalahkan Ekuador 1-0.
Nagelsmann Waspadai Variasi Taktik Lawan
"Kami tidak akan merombak pendekatan kami sepenuhnya, hanya akan ada beberapa penyesuaian untuk preventif kesalahan dan untuk berada di posisi yang baik dalam hal menjaga serangan balik," jelas Julian Nagelsmann.
Nagelsmann menambahkan bahwa karakter bermain tim lawan yang dinamis dan bervariasi menjadi fokus perhatian tersendiri bagi staf kepelatihan Jerman.
Skuad asuhan Emerse Fae tersebut diketahui memiliki rekor mengesankan tanpa kebobolan sepanjang kualifikasi Piala Dunia.
"Dalam kualifikasi Piala Dunia dan di Piala Afrika, Pantai Gading selalu bermain dengan sistem yang berbeda. Jadi kami tidak tahu persis apa yang harus diharapkan," ungkap Nagelsmann.
Jerman mewaspadai keunggulan fisik dan kecepatan individu para pemain Les Elephants yang berpotensi merepotkan barisan pertahanan Der Panzer.
Penyesuaian ringan dilaporkan telah diuji dalam sesi latihan tertutup guna memperkuat sektor sayap Jerman.
"Kami telah mempersiapkan berbagai skenario. Mereka sangat kuat secara fisik, yang dapat menyebabkan masalah bagi kami.
Kecepatan dan kualitas mereka dalam situasi satu lawan satu adalah kekuatan terbesar mereka," pungkas Nagelsmann.