⌂ Beranda News Jepang Naikkan Biaya Visa Turis Asing Lima Kali Lipat Mulai Juli 2026

Jepang Naikkan Biaya Visa Turis Asing Lima Kali Lipat Mulai Juli 2026

Jepang Naikkan Biaya Visa Turis Asing Lima Kali Lipat Mulai Juli 2026
Formulir aplikasi visa Jepang dan paspor
A A Ukuran Teks16px

Pemerintah Jepang resmi menaikkan biaya visa bagi warga negara asing hingga lima kali lipat. Kebijakan ini akan berlaku untuk permohonan yang masuk pada atau setelah 1 Juli 2026.

Keputusan tersebut diumumkan melalui revisi keputusan kabinet pada Jumat, 20 Juni 2026. Langkah ini merupakan penyesuaian tarif pertama dalam 48 tahun terakhir sejak 1978.

>>> Kemendikdasmen Salurkan Bantuan Listrik dan Internet Starlink di Nias Utara

Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi menyatakan bahwa biaya visa yang lama sudah tidak sesuai dengan kondisi ekonomi saat ini.

"Biaya visa saat ini ditetapkan pada 1978, dan kami baru saja merevisinya untuk mencerminkan inflasi dan fluktuasi nilai tukar sejak saat itu," ujarnya.

Berdasarkan aturan baru, biaya visa sekali masuk (single-entry) melonjak dari 3.000 yen menjadi 15.000 yen.

Sementara itu, visa beberapa kali masuk (multiple-entry) naik dari 6.000 yen menjadi 30.000 yen.

Pemerintah Jepang optimistis kenaikan ini tidak akan mengganggu arus wisatawan mancanegara.

"Kami mengambil keputusan ini setelah mempertimbangkan berbagai faktor, dan kami tidak mengantisipasi dampak langsung terhadap pariwisata inbound," tambah Motegi.

Dasar Hukum dan Alokasi Dana

Sebelumnya, Majelis Tinggi Jepang telah mengesahkan undang-undang yang mengizinkan kenaikan biaya visa hingga 30 kali lipat dari tarif saat ini.

>>> Bali United Incar Bek Timnas U-20 Indonesia Tim Geypens

Regulasi tersebut telah disetujui Majelis Rendah pada April 2026.

Melalui revisi ini, batas atas biaya perubahan status tinggal atau perpanjangan masa tinggal naik dari 10.000 yen menjadi 100.000 yen.

Sementara itu, batas atas pengajuan izin tinggal tetap (permanent residency) melonjak dari 10.000 yen menjadi 300.000 yen.

Pendapatan tambahan dari kenaikan biaya visa akan dialokasikan untuk mendanai administrasi pengelolaan populasi warga asing yang mencapai rekor 4,13 juta jiwa pada akhir 2025.

Dana tersebut juga akan digunakan untuk memperluas program bahasa Jepang dan memperkuat penindakan terhadap pelanggar izin tinggal.

Selain restrukturisasi biaya, Jepang tengah menguji sistem eVISA untuk pengajuan visa turis jangka pendek secara daring bagi negara tertentu.

>>> Ronaldinho Resmi Bergabung dengan Klub Serie C Ravenna

Otoritas setempat juga mempersiapkan sistem otorisasi perjalanan elektronik JESTA yang ditargetkan meluncur pada tahun fiskal 2028 bagi pengunjung yang bebas visa.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru