Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) semakin meluas di berbagai sektor industri di Indonesia. Banyak perusahaan mulai beralih dari layanan publik berbayar menuju pengembangan model kustom untuk operasional internal.
Namun, implementasi AI kerap menghadapi kendala besar.
>>> Fitur Anti Theft Alva Cervo Berhasil Lacak Motor Curian di Jakarta
Mayoritas inovasi lokal justru berhenti pada tahap uji coba atau Proof of Concept (POC) tanpa berhasil diintegrasikan ke sistem operasional harian.
Untuk mengatasi hambatan tersebut, penyedia platform AI cloud lokal IONext.
ai (PT Data Awan Nusantara) menggelar acara "AI Production at Scale Indonesia 2026" pada 18 Juni 2026 di Apple Developer Institute for Professionals, Autograph Tower, Jakarta.
Acara ini mempertemukan sekitar 100 pemangku kepentingan teknologi, termasuk CEO, CTO, VP Engineering, dan perwakilan software house dari sektor perbankan, ritel, hingga manufaktur.
Kebutuhan industri saat ini mencakup pemrosesan dokumen, analisis data, pengolahan gambar, hingga otomatisasi alur kerja.
Transisi ke produksi massal membutuhkan infrastruktur komputasi yang stabil, efisien, aman, dan sesuai regulasi.
Melalui platform terintegrasi, perusahaan dapat memanfaatkan model open-source seperti Qwen, DeepSeek, dan Llama. Langkah ini memungkinkan korporasi memiliki kapabilitas setara layanan global dengan kendali penuh atas data.
Keamanan informasi menjadi prioritas utama untuk mencegah kebocoran data sensitif akibat penggunaan platform publik. IONext.
ai menyediakan akses API yang seluruh proses komputasinya berjalan di infrastruktur dalam negeri dengan sertifikasi ISO/IEC 27001:2022.
"Indonesia tidak boleh hanya menjadi konsumen AI.
>>> Jepang Naikkan Biaya Visa Turis Asing Lima Kali Lipat Mulai Juli 2026
Kita perlu mulai membangun kemampuan untuk menerapkan AI di lingkungan nyata, mulai dari infrastruktur, penerapan, hingga pemanfaatan yang langsung membantu bisnis dan industri," ujar Mohamad Fachri.
Ia menambahkan, "Lewat IONext.
ai, kami ingin membantu organisasi membawa AI keluar dari tahap eksperimen menuju sistem yang andal, efisien, dan siap dipakai."
Peluncuran IONA dan Orbit
Sebagai solusi nyata, dua perangkat lunak pendukung resmi diluncurkan untuk mempermudah operasional korporasi. IONA hadir sebagai perangkat pemandu dalam menyiapkan dan menjalankan sistem AI secara mulus.
Sementara itu, Orbit berfungsi sebagai ruang kerja terpadu (unified workspace) untuk merapikan data, melatih model, hingga meluncurkannya ke tahap produksi.
Implementasi teknologi ini berfokus pada tiga bidang utama: Computer Vision diulas oleh Meidy Fitranto (Nodeflux), Model Bahasa Enterprise oleh Kenneth Maynard (Pitjarus), dan Otomasi Keamanan Siber oleh Ahmad Rizqi Meydiarso (VYPR).
Selain pemaparan teori, acara ini menyediakan lokakarya praktik langsung. Pengujian model dilakukan di atas infrastruktur komputer berkinerja tinggi milik IONext.
ai yang ditenagai oleh 18 GPU kelas enterprise.
Fasilitas komputasi tersebut terdiri atas 10 unit Nvidia RTX PRO 6000 Blackwell dengan kapasitas 96GB per kartu serta 8 unit Nvidia L40S.
>>> Kemendikdasmen Salurkan Bantuan Listrik dan Internet Starlink di Nias Utara
Kehadiran infrastruktur ini diharapkan memicu kepercayaan diri perusahaan lokal untuk mengadopsi AI secara penuh.