Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno membuka Festival Bung Karno 2026 di Taman Proklamasi, Jakarta Pusat, pada Sabtu (20/6/2026).
Acara ini bertujuan mengingatkan pentingnya menjaga ingatan sejarah di tengah pesatnya pembangunan kota.
>>> Tiga Pilar Timnas Inggris Terancam Absen Lawan Ghana Akibat Cedera
Rano Karno menegaskan bahwa Jakarta memiliki posisi istimewa dalam sejarah bangsa, baik sebagai lokasi pembacaan Proklamasi Kemerdekaan maupun wadah pertemuan beragam suku, budaya, agama, dan gagasan Nusantara.
"Jakarta adalah miniatur Indonesia.
Dari gang-gang kecil sampai gedung-gedung tinggi, dari pasar rakyat sampai pusat pemerintahan, dari pojok-pojok kampung sampai ruang digital anak muda, denyut Indonesia berdetak di Jakarta," kata Rano Karno.
Ia menekankan bahwa pembangunan Jakarta tidak boleh hanya fokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga harus mempertahankan nilai budaya dan sejarah lokal.
"Tugas kita bukan hanya membangun Jakarta yang tinggi gedungnya, tetapi juga luhur jiwanya, bukan hanya Jakarta yang cepat transportasinya, tetapi juga hangat pergaulannya, bukan hanya Jakarta yang modern teknologinya, tetapi juga kuat ingatan sejarahnya," ujarnya.
Menurut Rano, kesadaran sejarah menjadi penentu agar kota dan bangsa tidak kehilangan jati diri serta arah masa depan.
>>> Kemenag Rilis Jadwal Sholat Jawa Timur 20 Juni 2026
"Sebab, kota yang lupa sejarah akan kehilangan arah. Bangsa yang tercabut dari budaya akan kehilangan jiwa," tegasnya.
Masyarakat yang hadir diajak untuk mengimplementasikan semangat dan meneruskan pemikiran Presiden pertama RI, Sukarno, dalam kehidupan nyata.
"Menghormati Bung Karno berarti melanjutkan cita-citanya. Menghormati Bung Karno berarti menghidupkan Pancasila dalam tindakan.
Menghormati Bung Karno berarti menjadikan kebudayaan sebagai jiwa bangsa, bukan sekadar hiasan panggung," kata Rano Karno.
Festival Bung Karno merupakan acara tahunan yang diselenggarakan sepanjang hari sebagai bagian dari peringatan Bulan Bung Karno setiap Juni.
Kegiatannya meliputi senam pagi, bazar UMKM, permainan anak-anak, peragaan busana, hingga pertunjukan musik.
>>> Titiek Soeharto Kagumi BLK Hortikultura di Nusakambangan
Acara ini bertujuan mengenalkan sejarah sekaligus menumbuhkan semangat gotong royong generasi muda.
