⌂ Beranda News Rafael van der Vaart Minta Maaf Usai Komentar Kontroversial soal Pemain Jepang

Rafael van der Vaart Minta Maaf Usai Komentar Kontroversial soal Pemain Jepang

Rafael van der Vaart Minta Maaf Usai Komentar Kontroversial soal Pemain Jepang
Rafael van der Vaart meminta maaf di televisi
A A Ukuran Teks16px

Mantan pemain tim nasional Belanda Rafael van der Vaart menyampaikan permohonan maaf terbuka pada Minggu (13/6) setelah komentarnya di televisi nasional NOS menuai kritik.

Komentar itu muncul saat ia menganalisis pertandingan Piala Dunia 2026 antara Belanda dan Jepang yang berakhir imbang 2-2.

>>> Grup K-Pop CORTIS Debut di Allo Bank Festival 2026

Van der Vaart mengomentari gol penyama kedudukan Daichi Kamada pada menit ke-88 akibat kelengahan lini pertahanan Belanda dalam duel udara.

Dalam program NOS WK Avond, ia mengatakan, "Ze lijken natuurlijk wel op elkaar" (Mereka memang mirip satu sama lain).

Pernyataan itu dinilai tidak menghormati etnis tertentu dan memicu reaksi keras di media sosial.

Manajemen Van der Vaart kemudian mengirimkan konfirmasi resmi ke The Athletic untuk meredam situasi.

"Itu tentu saja hanya lelucon. Saya paham beberapa orang merasa tersinggung, dan saya benar-benar menyesal," ujar Van der Vaart.

Ia menegaskan tidak bernama mendiskreditkan kelompok masyarakat atau suporter tertentu.

"Jika komentar saya menyinggung siapa pun, saya minta maaf. Itu tidak pernah saya maksudkan," tambahnya.

Pria berusia 43 tahun itu menekankan bahwa komentarnya sama sekali tidak bernada rasis atau diskriminatif.

Isu ini kemudian menjadi perdebatan hangat di program De Oranjezomer pada Jumat malam.

Pengamat taktik Aad de Mos menilai gaya bicara spontan Van der Vaart adalah bagian dari intuisi komentator.

"Itu seperti yang kamu katakan di kafe. Juga di kedai kopi dan pusat kebugaran sekarang," kata De Mos.

>>> King Nassar Gelar Konser Tunggal Perdana November 2026

Ia menganggap karakter blak-blakan itu mirip dengan Johan Derksen atau René van der Gijp.

Pendapat itu langsung disanggah Robert Maaskant yang mengingatkan tanggung jawab etis saat berbicara di televisi nasional.

"Dia harus berpikir sedikit, Aad. Dia ada di televisi nasional," sahut Maaskant.

Pakar komunikasi Victor Vlam mencoba membela dengan menyebut adanya bias persepsi visual antar budaya Barat dan Asia.

"Orang Asia sering terlihat sama bagi orang Barat. Itu berlaku dua arah.

Jadi apa yang dia katakan sejujurnya," ujar Vlam.

Nicky van der Gijp mematahkan argumen itu dengan merujuk perbedaan fisik pemain di lapangan.

"Yang satu berponi pirang, yang lain 1,75 meter, yang lain 1,17 meter. Mereka benar-benar tidak mirip," sanggahnya.

Vlam merespons bahwa pernyataan awal adalah lelucon untuk menyindir orang Jepang pada umumnya.

Maaskant menutup debat dengan menekankan perlunya kehati-hatian bagi figur publik di era modern.

>>> Juventus Negosiasi dengan PSG untuk Transfer Randal Kolo Muani

Sementara itu, reporter Shownieuws SBS6 Janine Schuinder mencoba meminta tanggapan jurnalis Jepang yang meliput kunjungan Kaisar Naruhito, namun mereka menolak berkomentar.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru