⌂ Beranda News Bekas Tambang Pasir Besi di Lombok Timur Viral, Mirip Gurun Timur Tengah

Bekas Tambang Pasir Besi di Lombok Timur Viral, Mirip Gurun Timur Tengah

Bekas Tambang Pasir Besi di Lombok Timur Viral, Mirip Gurun Timur Tengah
Pemandangan bekas tambang pasir besi di Lombok Timur yang menyerupai gurun
A A Ukuran Teks16px

Kawasan bekas tambang pasir besi di Dusun Dedalpak, Desa Pohgading, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) mendadak viral di media sosial.

Area ini kini bertransformasi menjadi destinasi wisata baru yang ramai dipadati pengunjung. Gundukan limbah sisa pengerukan tambang tersebut memiliki panorama menyerupai hamparan padang pasir di Timur Tengah.

>>> Belgia vs Iran di Grup G Piala Dunia 2026: Duel Perdana Penuh Sejarah

Banyak pelancong sengaja datang dengan mengenakan gamis serta sorban demi berswafoto berlatar pemandangan unik tersebut sembari menanti matahari terbenam.

Asma Rani (17), seorang pengunjung, mengaku baru pertama kali menginjakkan kaki di pantai bekas area tambang itu.

Ia sengaja memakai busana khas Jazirah Arab untuk menyelaraskan penampilan dengan suasana di lokasi.

"Tahunya dari TikTok. Ingin mencoba berfoto seperti yang lagi viral di medsos," ujar Asma, Sabtu (20/6/2026).

Fasilitas Berkuda dan Tiket Masuk

Selain panorama gurun, lokasi ini menawarkan aktivitas berkuda bagi pelancong yang ingin mengitari area gundukan pasir.

Fasilitas ini dikelola langsung oleh masyarakat setempat dengan tarif sewa antara Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu.

"Warga di sini yang menyewakan kudanya dan pengunjung juga sangat senang bisa mencoba naik kuda. Itu jadi daya tarik juga," kata Apriadi, salah seorang pengelola.

>>> Hari Ayah Internasional 2026 Diperingati di Tengah Refleksi Penuaan dan Cuaca Buruk

Menurut Apriadi, gundukan pasir tersebut merupakan material limbah sisa operasional tambang pasir besi yang dahulu dikelola oleh PT AMG.

Lonjakan kunjungan wisatawan mulai terjadi dalam waktu hampir sepekan terakhir akibat efek viral di jejaring sosial.

"Mulai ramai sudah enam hari karena ramai di medsos. Banyak yang penasaran juga makanya ramai yang datang," imbuhnya.

Saat ini, pihak pengelola belum memberlakukan tiket masuk resmi dan hanya menarik biaya retribusi parkir kendaraan sebesar Rp 2 ribu.

Pendapatan dari parkir tersebut akan dialokasikan untuk membenahi kawasan dan melengkapi fasilitas penunjang.

Bagi pelancong yang tertarik berkunjung, waktu terbaik yang disarankan adalah pada pagi atau sore hari guna menghindari terik matahari.

>>> Masyarakat Dunia dan Indonesia Peringati Momentum Global Beserta Hari Krida

Akses menuju lokasi dapat dicari melalui aplikasi peta digital dengan kata kunci Pantai Muara Harapan.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru