⌂ Beranda News Golkar Minta Elite Politik Tunjukkan Kedewasaan dalam Merespons Dinamika Nasional

Golkar Minta Elite Politik Tunjukkan Kedewasaan dalam Merespons Dinamika Nasional

Golkar Minta Elite Politik Tunjukkan Kedewasaan dalam Merespons Dinamika Nasional
Elite politik Indonesia dalam forum diskusi
A A Ukuran Teks16px

Ketua Bidang Ekonomi DPP Partai Golkar Mukhamad Misbakhun mengajak seluruh elite politik dan partai politik untuk menunjukkan kedewasaan dalam merespons dinamika nasional.

Ajakan itu disampaikan Misbakhun pada Minggu (21/6/2026) sebagaimana dilansir dari Detikcom.

>>> Pemprov DKI Gratiskan Transportasi dan Wisata bagi Pemilik KTP RI

Misbakhun meminta para pelaku politik menjauhkan diri dari tindakan atau ajakan bernuansa hasutan yang berpotensi memanaskan situasi di tengah tekanan geopolitik saat ini.

"Kritik itu penting dalam demokrasi agar pemerintah terus mendengar apa yang menjadi aspirasi masyarakat.

Namun, dalam situasi bangsa yang sedang menghadapi tekanan karena situasi geopolitik saat ini, kritik sebaiknya disampaikan dengan penuh tanggung jawab, bukan dengan cara yang membuat keadaan makin panas, perlu ajakan yang lebih mendinginkan suasana supaya lebih mereda," ujar Misbakhun.

Legislator Golkar yang memimpin Komisi XI DPR itu meyakini pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mendengarkan kritik, seperti dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Pemerintah mendengarkan banyak kritik dan masukan, buktinya MBG dilakukan upaya penegakan hukum," imbuh Misbakhun.

Misbakhun juga menanggapi respons sebagian elite PDIP dan menilai kritik mereka belum substantif serta solutif, meskipun partai tersebut memiliki pengalaman panjang dalam pemerintahan.

"PDI Perjuangan pernah memiliki pengalaman panjang dalam mengoperasionalkan pemerintahan dan kebijakan negara.

Oleh karena itu, kritik yang disampaikan semestinya lebih matang, proporsional, dan solutif, bukan justru menambah panas situasi," ujar Misbakhun.

Lebih lanjut, ia menekankan agar partai politik bersikap konsisten dan tidak mengambil posisi aman atau bermain dua kaki di dalam maupun di luar kekuasaan.

"Jangan memosisikan diri sebagai penyeimbang, tetapi ketika program pemerintah yang bagus diapresiasi juga ingin mendapatkan poin. Sebaliknya, posisinya langsung mengkritik keras saat ada program pemerintah sedang bermasalah.

Posisi politik dua kaki itu tidak elegan," tambah Misbakhun.

>>> Harga Emas Antam di Pegadaian 21 Juni 2026 Turun Rp 5.000 Jadi Rp 2.775.000

Menurutnya, kejelasan sikap politik sangat penting untuk memberikan pendidikan demokrasi yang baik bagi masyarakat.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru