Di tengah sorotan terhadap kasus tersebut, sosok Zendhy Kusuma kembali menarik perhatian publik, termasuk perjalanan kariernya di dunia musik.

Musisi bernama lengkap Zendhy Herdian Kusuma ini tidak tergabung sebagai anggota tetap sebuah band.

Ia dikenal sebagai gitaris independen yang berfokus pada musik instrumental dengan pendekatan rock dan fusion.

Perjalanan musiknya berawal dari dasar pendidikan musik klasik yang kemudian berkembang ke eksplorasi gitar elektrik.

Zendhy menempuh pendidikan formal di Institut Kesenian Jakarta untuk memperdalam teknik serta kreativitas bermusiknya.

×

Ia juga memiliki sejumlah sertifikasi internasional di bidang musik, termasuk LRSL dari Rockschool London serta FLCM dari London College of Music, University of West London.

Aktivitas Berkarya dan Mengajar

Selain tampil sebagai gitaris, Zendhy juga aktif menciptakan karya musik instrumental yang menggabungkan unsur rock dan fusion.

Beberapa karyanya diciptakan melalui kolaborasi dengan sejumlah musisi Indonesia.

Salah satu komposisinya yang dikenal adalah Tears of The Smile yang pernah dipentaskan dalam pertunjukan musik di Kyoto, Jepang.

Zendhy juga terlibat dalam proyek musik The ZAD Project bersama gitaris Andra Ramadhan dengan dukungan produser musik Denny Chasmala.

Di luar aktivitas panggung, ia juga aktif di bidang pendidikan musik dengan mendirikan Istana Nada Music School.

Melalui lembaga tersebut, ia membagikan pengalaman serta teknik bermain gitar kepada generasi muda yang ingin menekuni dunia musik secara serius.