Saham perusahaan dirgantara SpaceX melonjak lebih dari 10 persen di atas harga penawaran umum perdana (IPO) saat memulai debut perdagangan di bursa Nasdaq pada Jumat, 12 Juni 2026.
Saham dengan kode emiten SPCX ini dibuka pada angka 150 dolar AS, naik dari harga awal 135 dolar AS.
>>> Ricardo Kaka Puji Matheus Cunha Tembus Skuad Brasil Piala Dunia 2026
Dalam beberapa menit pertama perdagangan di pasar saham New York, nilainya melesat melewati 160 dolar AS.
CEO SpaceX Elon Musk sempat menyampaikan pidato singkat mengenai visi jangka panjang perusahaan teknologi antariksa tersebut sebelum sesi perdagangan resmi dibuka.
Ia menekankan untuk "mengambil fiksi dari fiksi ilmiah."
Lonjakan harga saham ini secara signifikan meningkatkan kekayaan Elon Musk, yang memegang sekitar 42 persen kepemilikan saham perusahaan sebelum IPO.
Nilai asetnya naik dari sekitar 500 miliar dolar AS menjadi 690 miliar dolar AS.
Peningkatan kekayaan senilai hampir 190 miliar dolar AS tersebut membawa pengusaha itu selangkah lebih dekat untuk menjadi triliuner pertama di dunia.
>>> Masalah Teknis Tunda Keberangkatan Paus Leo XIV dari Tenerife
SpaceX melepas 555,6 juta saham Kelas A dengan target perolehan dana sebesar 75 miliar dolar AS.
Jumlah ini melampaui rekor global IPO Saudi Aramco yang sebesar 29,4 miliar dolar AS.
Manajemen SpaceX mengalokasikan sekitar 20 persen dari total penawaran untuk investor ritel, termasuk porsi bagi pembeli di kawasan Eropa.
Saat ini, hanya sekitar 3 hingga 4 persen saham perusahaan yang tersedia untuk diperdagangkan secara publik. Kontrak opsi untuk saham SPCX dijadwalkan baru akan dimulai pada pekan depan.
Pencatatan saham ini diproyeksikan segera masuk ke dalam indeks pasar saham utama melalui jalur cepat regulasi baru Nasdaq yang diperkenalkan pada Mei 2026.
>>> Halococo, Es Krim Cokelat Indonesia, Jadi Sponsor Resmi Piala Dunia 2026
Berdasarkan aturan evaluasi kapitalisasi pasar hari ketujuh, SpaceX diperkirakan dapat menembus indeks Nasdaq-100 dalam waktu kurang dari satu bulan.