Nama Zendhy Kusuma Muncul Lagi dalam Kasus Bibi Kelinci Kopitiam, Begini Jejak Kariernya
Zendhy Kusuma--
Polemik yang melibatkan gitaris Zendhy Kusuma, psikolog klinis Evi Santi Rahayu, dan pemilik restoran Bibi Kelinci Kopitiam, Nabilah O’Brien, kembali menjadi perhatian publik.
Peristiwa tersebut berawal dari kejadian di restoran Bibi Kelinci Kopitiam yang berlokasi di Kemang, Jakarta Selatan, pada Rabu malam, 11 September 2024.
Kasus ini menarik perhatian luas setelah rekaman kamera pengawas dari dalam restoran beredar di media sosial dan memicu perbincangan di berbagai platform.
Kronologi Insiden di Restoran
Rekaman CCTV memperlihatkan Zendhy Kusuma datang bersama istrinya, Evi Santi Rahayu, untuk makan di restoran tersebut.
Keduanya diketahui memesan sekitar 14 hidangan. Namun situasi berubah ketika pasangan itu terlihat tidak sabar menunggu pesanan karena kondisi restoran sedang ramai pengunjung.
Dalam rekaman tersebut, keduanya juga terlihat masuk ke area dapur yang sebenarnya tidak diperbolehkan bagi pelanggan.
Mereka sempat menegur staf restoran dan terlihat menggebrak pintu penyimpanan bahan makanan sebelum akhirnya meninggalkan lokasi.
Pasangan itu disebut keluar tanpa membayar pesanan makanan dengan nilai lebih dari Rp530 ribu.
Video rekaman yang diunggah oleh pemilik restoran kemudian menyebar luas di media sosial dan memicu perdebatan di kalangan warganet.
Unggahan Nabilah O’Brien
Perkembangan terbaru muncul ketika Nabilah O’Brien menyatakan dirinya kini berstatus tersangka.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Kamis, 5 Maret 2026, ia menyampaikan pengalaman yang dialaminya selama beberapa bulan terakhir.
"Saya korban pencurian, yang malah jadi tersangka, dan dituntut Rp1 miliar," tulis Nabilah.
Ia juga mengaku sempat memilih tidak berbicara mengenai kasus tersebut karena merasa khawatir untuk menyampaikan versinya secara terbuka.
"Saya diam selama lima bulan karena saya takut bersuara dan bicara," ujarnya.
Nabilah juga mengungkapkan bahwa dirinya diminta mengakui bahwa rekaman CCTV yang ia unggah merupakan fitnah.
"Saya diminta untuk mengakui bahwa apa yang saya ungkapkan dari CCTV saya adalah fitnah, juga saya diminta Rp1 miliar," kata dia.
Karier Musik Zendhy Kusuma
Di tengah sorotan terhadap kasus tersebut, sosok Zendhy Kusuma kembali menarik perhatian publik, termasuk perjalanan kariernya di dunia musik.
Musisi bernama lengkap Zendhy Herdian Kusuma ini tidak tergabung sebagai anggota tetap sebuah band.
Ia dikenal sebagai gitaris independen yang berfokus pada musik instrumental dengan pendekatan rock dan fusion.
Perjalanan musiknya berawal dari dasar pendidikan musik klasik yang kemudian berkembang ke eksplorasi gitar elektrik.
Zendhy menempuh pendidikan formal di Institut Kesenian Jakarta untuk memperdalam teknik serta kreativitas bermusiknya.
Ia juga memiliki sejumlah sertifikasi internasional di bidang musik, termasuk LRSL dari Rockschool London serta FLCM dari London College of Music, University of West London.
Aktivitas Berkarya dan Mengajar
Selain tampil sebagai gitaris, Zendhy juga aktif menciptakan karya musik instrumental yang menggabungkan unsur rock dan fusion.
Beberapa karyanya diciptakan melalui kolaborasi dengan sejumlah musisi Indonesia.
Salah satu komposisinya yang dikenal adalah Tears of The Smile yang pernah dipentaskan dalam pertunjukan musik di Kyoto, Jepang.
Zendhy juga terlibat dalam proyek musik The ZAD Project bersama gitaris Andra Ramadhan dengan dukungan produser musik Denny Chasmala.
Di luar aktivitas panggung, ia juga aktif di bidang pendidikan musik dengan mendirikan Istana Nada Music School.
Melalui lembaga tersebut, ia membagikan pengalaman serta teknik bermain gitar kepada generasi muda yang ingin menekuni dunia musik secara serius.