Perkuat Industri Semikonduktor Domestik
Saat ini, Uni Eropa hanya memproduksi sekitar 10 persen semikonduktor global dan sangat bergantung pada AS serta Asia Timur untuk pasokan chip.
Uni Eropa berencana memperkenalkan aturan baru untuk meningkatkan permintaan chip buatan Eropa.
Selain itu, Uni Eropa mendorong pembangunan fasilitas manufaktur semikonduktor canggih pertama di kawasan tersebut, dengan target produksi percontohan dimulai pada 2033.
Pusat data dan fasilitas cloud baru diharapkan menjadi pasar bagi chip buatan Eropa.
Sektor publik juga akan didorong untuk lebih banyak menggunakan perangkat lunak sumber terbuka (open-source) guna mengurangi ketergantungan pada vendor tertentu.
Langkah-langkah ini mungkin menimbulkan ketegangan dengan AS, namun Uni Eropa menegaskan tidak berniat menutup pasar bagi perusahaan asing.
Untuk sektor yang sangat penting seperti keamanan dan pertahanan, Uni Eropa menilai layanan sebaiknya disediakan oleh perusahaan Eropa sendiri.
Badan publik akan diminta melakukan penilaian risiko kedaulatan teknologi, dan dalam sektor tertentu, mungkin ada kewajiban menyimpan data di wilayah Eropa.
Kekhawatiran terhadap keamanan data, termasuk keberadaan Cloud Act AS yang memungkinkan pemerintah AS mengakses data perusahaan AS di luar wilayah Amerika, menjadi pendorong utama kebijakan ini.
Sebagai langkah awal, mesin pencari asal Prancis, Qwant, akan menjadi mesin pencari bawaan di browser lembaga Parlemen Eropa.
>>> Ilmuwan Ungkap Rahasia Gunung Etna Aktif Selama 500.000 Tahun
Perubahan pendekatan Uni Eropa ini mencerminkan pergeseran dari regulator perusahaan teknologi besar menjadi aktif membangun dan mempromosikan alternatif teknologi buatan Eropa.