Gunung Etna di Italia, yang menjulang 3.400 meter, dikenal sebagai gunung berapi paling aktif di Eropa.
Gunung berusia 500.000 tahun ini terus mengalami erupsi, menyimpan fenomena geologis misterius.
>>> Tuchel Tak Beri Motivasi Khusus untuk Eze Pasca-Final Liga Champions
Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Geophysical Research pada 7 April 2026 akhirnya mengungkap rahasia keaktifan Etna.
Peneliti menemukan bahwa sistem pembentukan dan cara kerja Etna sangat berbeda dari gunung berapi pada umumnya.
Gunung Etna mendapatkan pasokan magma dari mekanisme langka yang biasanya hanya ditemukan pada gunung api bawah laut kecil.
Proses ini menarik dan melepaskan magma yang terperangkap di zona kecepatan rendah Bumi.
Secara geografis, Etna berada di atas zona subduksi.
Namun, karakteristik dan komposisi kimia lavanya justru mirip dengan gunung berapi di titik panas (hotspot) seperti di Hawaii.
Analisis sampel lava selama 500.000 tahun terakhir menunjukkan komposisi kimia Etna sangat konsisten.
Hal ini menggugurkan teori umum bahwa gunung berapi memuntahkan magma baru dari aktivitas tektonik terkini.
>>> Timnas U19 Indonesia Wajib Kalahkan Vietnam Demi Tiket Semifinal
Sebaliknya, Etna memperoleh pasokan perlahan dari material magma lama yang tersimpan di area antara mantel atas dan dasar lempeng tektonik, sekitar 80 kilometer di bawah permukaan.
Kategori Gunung Berapi Petit-Spot
Temuan ini mengindikasikan Etna masuk dalam kelompok gunung berapi "petit-spot".
Kategori unik ini, yang diidentifikasi pada tahun 2006, ditandai dengan magma yang ditarik langsung dari kantong-kantong di mantel atas.
Keanehan ini terletak pada struktur petit-spot yang umumnya berukuran kecil, berbeda dengan gunung raksasa seperti Etna.
"Penelitian kami menunjukkan bahwa Etna mungkin telah terbentuk melalui mekanisme yang mirip dengan yang menghasilkan gunung berapi bawah laut petit-spot," kata penulis utama studi, Sébastien Pilet, ahli geosains di University of Lausanne.
Pilet menambahkan bahwa penemuan ini di luar ekspektasi tim peneliti, karena proses serupa sebelumnya hanya diamati pada struktur vulkanik yang sangat kecil.
Hasil studi ini memberikan wawasan baru yang krusial bagi perkembangan ilmu vulkanologi.
>>> Jonatan Christie dan Raymond/Joaquin ke Final Polytron Indonesia Open 2026
Informasi mendalam mengenai karakteristik Etna penting untuk penilaian risiko letusan, terutama mengingat lokasinya yang dekat dengan kota padat penduduk.