Cape Verde juga menjadi tim debutan pertama yang berhasil lolos ke babak gugur sejak Slovakia pada Piala Dunia 2010.
Pencapaian ini semakin impresif karena mereka lolos tanpa satu pun kekalahan di fase grup.
Sosok Vozinha Jadi Inspirasi
Keberhasilan Cape Verde tidak lepas dari penampilan gemilang sang kiper veteran, Vozinha. Penjaga gawang berusia 40 tahun itu melakukan beberapa penyelamatan krusial saat menghadapi Arab Saudi.
Vozinha menegaskan bahwa Cape Verde datang bukan sekadar menjadi pelengkap turnamen. "Ada banyak kualitas di tim nasional kami," katanya.
"Kami datang ke sini untuk menunjukkan bahwa kami memiliki kualitas, kami siap bersaing, dan para pemain kami mampu bermain di liga-liga terbaik," tambahnya.
>>> Cape Verde Cetak Sejarah, Tantang Argentina di 32 Besar Piala Dunia 2026
Kini, mimpi negara kecil yang populasinya kalah telak dibandingkan Depok dan Bekasi ini terus berlanjut di babak 32 besar Piala Dunia 2026.