Polisi Ungkap Identitas Wanita dalam Video Viral Ojol vs Bule Bali, Produksi Konten Disebut Bermotif Komersial

Polisi Ungkap Identitas Wanita dalam Video Viral Ojol vs Bule Bali, Produksi Konten Disebut Bermotif Komersial

ojol bali viral--

Kasus video viral yang memperlihatkan narasi “ojol vs bule Bali” terus menjadi perhatian publik. Rekaman yang disebut berdurasi sekitar 17 menit itu menyebar luas di media sosial dan memicu rasa penasaran warganet.

Di tengah ramainya perbincangan, aparat kepolisian akhirnya mengungkap identitas sejumlah pihak yang diduga terlibat dalam pembuatan video tersebut.

Kronologi Penyebaran Video Viral


Awal kemunculan kasus ini bermula dari unggahan di berbagai platform digital yang menampilkan potongan informasi dan tangkapan layar. Narasi yang beredar menyebut adanya perjalanan seorang pengemudi ojek online yang mengantar turis asing.

Cerita kemudian berkembang setelah disebutkan perjalanan itu berlanjut ke sebuah vila di kawasan Bali. Dari situ, publik mulai ramai mencari rekaman lengkap yang diklaim berdurasi belasan menit.

Sejumlah tautan pun beredar luas di internet. Namun, banyak di antaranya tidak memiliki sumber jelas dan diduga hanya memanfaatkan tingginya rasa ingin tahu pengguna untuk menarik kunjungan.

Identitas Pemeran Terungkap


×

Hasil penyelidikan kepolisian mengungkap bahwa perempuan dalam video tersebut merupakan kreator konten dewasa berinisial MMJL, yang dikenal dengan nama Slo dan berusia 23 tahun.

Kapolres Badung, Joseph Edward Purba, menyebutkan bahwa perempuan tersebut tidak beraksi sendiri. Ia diduga bekerja sama dengan dua warga negara asing dalam produksi konten tersebut.

Kedua pria itu masing-masing berinisial NBS (24) asal Italia dan ERB (26) asal Prancis, yang memiliki peran berbeda dalam pembuatan dan distribusi video.

Peran Pelaku dalam Produksi Konten

Berdasarkan keterangan polisi, salah satu pelaku menggunakan atribut ojek online untuk membangun narasi tertentu dalam video. Jaket tersebut sengaja dibeli sebagai bagian dari konsep produksi.

Joseph Edward Purba menjelaskan bahwa konten tersebut dirancang untuk menarik perhatian publik sekaligus mendatangkan keuntungan. Atribut yang digunakan bertujuan memperkuat kesan viral.

Sementara itu, pelaku lainnya bertanggung jawab mengelola distribusi konten. Video tersebut diunggah ke platform digital berbayar serta media sosial untuk kepentingan komersial.

Lokasi Syuting dan Status Keimigrasian

Polisi menyebut video tersebut direkam di sebuah vila di kawasan Desa Pererenan, Kecamatan Mengwi, Bali. Lokasi ini menjadi bagian dari rangkaian produksi konten yang kini diselidiki.

Dari sisi keimigrasian, perempuan berinisial Slo diketahui masuk ke Indonesia menggunakan visa kunjungan wisata. Namun, aktivitas yang dilakukan dinilai tidak sesuai dengan peruntukan izin tinggal.

Kepala Bidang Tempat Pemeriksaan Imigrasi Ngurah Rai, Gde Oki Rizky Aryadhika Heris, menegaskan bahwa penggunaan visa untuk kegiatan produksi konten dewasa termasuk pelanggaran aturan.

Penangkapan di Bandara Ngurah Rai

Pengungkapan kasus ini berlanjut dengan penangkapan dua pelaku pada 13 Maret 2026. Aparat mengamankan NBS dan Slo saat berada di Bandara Internasional Ngurah Rai.

Keduanya diketahui hendak melakukan perjalanan ke Thailand. Penangkapan dilakukan melalui koordinasi antara kepolisian dan pihak imigrasi.

Imbauan Waspada dan Risiko Hukum

Di tengah tingginya pencarian terkait video tersebut, masyarakat diingatkan untuk tidak sembarangan membuka tautan yang beredar. Sejumlah link yang beredar berpotensi mengarah ke situs berbahaya seperti phishing.

Selain risiko keamanan digital, penyebaran konten bermuatan asusila juga memiliki konsekuensi hukum. Ketentuan dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik mengatur sanksi bagi pihak yang mendistribusikan konten semacam itu.

Pelanggaran dapat dikenakan pidana penjara hingga enam tahun serta denda maksimal Rp1 miliar. Karena itu, masyarakat diminta lebih bijak dalam menyikapi dan tidak ikut menyebarkan konten yang belum jelas sumbernya.

Sumber:

BERITA TERKAIT

UPDATE TERBARU