Polisi Ungkap Identitas Pemeran Wanita dalam Video Ojol Bali vs Bule Cantik, Ternyata Kreator Konten Dewasa

Polisi Ungkap Identitas Pemeran Wanita dalam Video Ojol Bali vs Bule Cantik, Ternyata Kreator Konten Dewasa

slobyme--

Pengungkapan kasus video viral yang menggunakan atribut ojek online di Bali terus berkembang. Aparat kepolisian kini memastikan identitas perempuan yang tampil dalam video tersebut.

Perempuan berinisial MMJL diketahui merupakan kreator konten dewasa yang terlibat langsung dalam produksi video yang sempat ramai di media sosial.

Terlibat Bersama Dua WNA Lain


Dalam kasus ini, MMJL tidak bekerja sendiri. Ia dibantu dua pria warga negara asing, yakni NBS asal Italia dan ERB asal Prancis.

NBS berperan sebagai pemeran pria dengan mengenakan atribut ojek online, sedangkan ERB bertanggung jawab atas distribusi konten ke platform digital berbayar.

Konsep penggunaan atribut tersebut dirancang untuk menarik perhatian publik dan mempercepat penyebaran video.

Lokasi Produksi di Kawasan Badung


×

Penyelidikan mengungkap bahwa proses pembuatan video dilakukan di sebuah vila di wilayah Pererenan, Mengwi, Badung.

Konten tersebut kemudian disebarluaskan melalui platform digital, sehingga dengan cepat menjadi perbincangan di media sosial.

Masuk Indonesia dengan Visa Wisata

Hasil pemeriksaan menunjukkan MMJL masuk ke Indonesia menggunakan visa kunjungan wisata. Namun, aktivitas yang dilakukan tidak sesuai dengan izin tersebut.

Pihak imigrasi menilai hal ini sebagai pelanggaran karena digunakan untuk kegiatan yang bertentangan dengan aturan.

Diamankan Saat Akan Keluar Negeri

Setelah identitas pelaku terungkap, aparat bergerak cepat melakukan penangkapan. MMJL dan NBS diamankan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai saat hendak meninggalkan Indonesia.

Sementara itu, ERB ditangkap di lokasi berbeda dalam pengembangan kasus oleh kepolisian.

Penyidikan Masih Berlangsung

Hingga kini, aparat masih mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam produksi maupun penyebaran konten tersebut.

Kasus ini menjadi perhatian karena memanfaatkan atribut profesi serta platform digital untuk menghasilkan konten ilegal.

Sumber:

BERITA TERKAIT

UPDATE TERBARU