Puasa Ikut NU, Lebaran Ikut Muhammadiyah Apakah Sah Ini Penjelasannya
tanda tanya-StockSnap/pixabay-
LENGKONG – Perbedaan penetapan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah kembali terjadi antara Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah pada 2026.
Muhammadiyah telah menetapkan 1 Syawal jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Sementara itu, pemerintah bersama NU melalui sidang isbat memutuskan Idul Fitri berlangsung pada Sabtu, 21 Maret 2026.
Situasi ini memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat terkait keabsahan ibadah, khususnya bagi yang berpuasa mengikuti satu organisasi namun merayakan Lebaran bersama yang lain.
Durasi Puasa Jadi Penentu
Dalam ketentuan kalender Hijriah, satu bulan Ramadhan berlangsung minimal 29 hari dan maksimal 30 hari.
Jika seseorang mencampur acuan tanpa dasar yang jelas, ada risiko jumlah hari puasa tidak sesuai ketentuan tersebut.
Simulasi Perbedaan Penetapan
- Puasa ikut Muhammadiyah, Lebaran ikut NU menghasilkan 31 hari puasa.
- Puasa ikut NU, Lebaran ikut Muhammadiyah menghasilkan 29 hari puasa.
Hasil simulasi tersebut menunjukkan bahwa puasa selama 31 hari melampaui batas maksimal, sehingga tidak sesuai ketentuan.
Sementara itu, puasa selama 29 hari masih berada dalam batas minimal yang diperbolehkan.