Harga Plastik Kemasan Naik Hingga 40 Persen, UMKM Keripik Tempe Sanan Tertekan Biaya Produksi
Uang Rupiah--
Kenaikan harga plastik kemasan mulai dirasakan para pelaku usaha keripik tempe di Kampung Sanan, Kota Malang. Lonjakan harga yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir membuat biaya produksi para pelaku UMKM meningkat cukup signifikan.
Plastik kemasan merupakan komponen penting bagi produsen keripik tempe karena berfungsi menjaga kualitas serta memperpanjang masa simpan produk sebelum dipasarkan.
Harga Plastik Naik Tajam
Pedagang plastik kemasan di kawasan Sanan, Sakinatun Najwa, menjelaskan hampir seluruh jenis plastik yang biasa digunakan pelaku usaha mengalami kenaikan harga.
Plastik polos yang sebelumnya dijual sekitar Rp31 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp44 ribu per kilogram.
Sementara plastik merek Mapan yang sebelumnya berada di kisaran Rp35 ribu per kilogram kini mencapai Rp53 ribu per kilogram.
"Sangat mahal dan bahkan ada pabrik yang belum jualan karena harga yang tidak stabil," kata Sakinatun Najwa, Selasa (31/3/2026).
Dampak Situasi Global
Menurut Sakinatun, kenaikan harga plastik diduga berkaitan dengan kondisi global yang mempengaruhi harga bahan baku industri plastik.
Plastik merupakan produk turunan minyak bumi sehingga perubahan harga minyak dunia dan gangguan pasokan energi dapat berdampak langsung terhadap harga bijih plastik.
Kondisi tersebut diperparah oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang turut memicu lonjakan harga energi di pasar global.
Pelaku UMKM Berusaha Bertahan
Lonjakan harga kemasan membuat pelaku usaha keripik tempe harus menanggung biaya produksi lebih besar. Bagi sebagian produsen, kemasan menjadi kebutuhan utama dalam distribusi produk ke pasar.
Topo, salah satu pedagang keripik tempe di Sanan, mengaku para pelaku usaha tidak memiliki banyak pilihan selain tetap menjalankan usaha mereka.
"Mau bagaimana lagi, dilakoni saja," ujar Topo.
Para pelaku UMKM berharap harga bahan baku segera stabil agar usaha keripik tempe yang menjadi salah satu ikon kuliner Malang tersebut tetap dapat bertahan.
Baca juga: Harga Pertamax Dijadwalkan Naik Mulai 1 April 2026