Mungkin kami harus lebih waspada lagi untuk game game berikutnya, konsentrasi lebih ditambah lagi apalagi posisinya kami sudah memimpin duluan di game pertama dan kedua," ujar Raymond.
Di sisi lain, Raymond/Joaquin menepis anggapan bahwa status mereka sebagai satu-satunya wakil Indonesia di final menimbulkan tekanan mental.
Mereka justru merasa termotivasi oleh dukungan penuh dari para suporter di stadion.
"Justru karena penonton Istora kami semangat dan membuat saya lebih semangat. Kami benar-benar terima kasih kepada badminton lovers yang hadir," ujar Joaquin.
Mengenai catatan bahwa Indonesia belum berhasil meraih gelar juara di ajang Indonesia Open selama lima tahun terakhir, Joaquin mengaku baru mengetahui fakta tersebut setelah pertandingan usai dan tidak menjadikannya beban pikiran selama bertanding.
"Begitu pun soal Indonesia sudah tak juara Indonesia Open selama lima tahun. Itu malah saya baru tahu dan tak kepikiran.
>>> Timnas Swiss Latihan di Dekat Area Ular Berbisa Jelang Piala Dunia 2026
Kepikirannya justru mau menang. Kalau belum ada juara-juara lagi, itu malah saya baru tahu," tegasnya.