Meskipun memiliki pesona alam yang memikat, destinasi ini telah mulai sepi pengunjung. Bahkan, pada hari biasa atau hari libur, pengunjung tetap terbilang jarang.

Makam yang Dibangun Kembali

Salah satu alasan utama sepi pengunjung adalah makam keramat yang ada di sini. Awalnya, makam ini dibangun dari kayu.

Pada tahun 1995, keluarga yang masih memiliki hubungan kekerabatan dengan Keraton Solo memutuskan untuk membangun ulang makam ini menjadi lebih megah. Bahkan, 2 makam utama diletakkan di dalam sebuah rumah yang dirancang dengan indah.

Suasana yang Membuat Tertegun

×

Makam keramat tua yang ditambahkan dengan suasana sepi, hening, dan kadang-kadang berkabut di Bukit Watu Cenik, membuat beberapa wisatawan mungkin merasa takut untuk berkunjung. Namun, misteri dan pesona alamnya tetap menjadi daya tarik yang sulit untuk diabaikan.

Baca juga: Gagalnya Rencana Pemekaran Sulawesi Tengah dengan Usulan Provinsi Sulawesi Timur: Apa Sebabnya? Simak Penjelasannya di Sini!

Baca juga: 50 Km dari Barabai Terdapat Kampung Terpencil yang Hanya Dihuni 31 KK di Kalimantan Selatan, Penduduknya Punya Gaya Hidup Modern Tapi Jalannya Masih Makadam?

Dengan cerita misterius dan pesona alam yang begitu memikat, Bukit Watu Cenik di Wonogiri tetap menjadi tempat yang menarik untuk dieksplorasi.

Terlepas dari makam keramatnya, keindahan alamnya dan aura keramat yang menyelimuti bukit ini memberikan pengalaman yang tak terlupakan bagi mereka yang berani menjelajahinya.