Jumlah pemesanan tiket pesawat dari Uni Eropa menuju beberapa kota tuan rumah di AS mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu.
Bandara JFK di New York mengalami penurunan lebih dari 15%, sementara Bandara Internasional San Francisco turun hampir 10%.
Padahal, FIFA sempat memprediksi sekitar 40 persen total pengunjung turnamen berasal dari luar negeri.
Meskipun demikian, Kansas City berhasil melampaui ekspektasi dengan mencatat lonjakan pemesanan hotel sebesar 32 persen.
Pendapatan sewa akomodasi jangka pendek di kota tersebut bahkan melonjak dua kali lipat dari proyeksi semula akibat daya tarik laga tim papan atas.
Namun, tren di Kansas City tetap menunjukkan durasi menginap yang lebih singkat serta permintaan fluktuatif antar-pertandingan.
Sejumlah asosiasi perhotelan menjelaskan bahwa kekacauan harga ini dipicu oleh kebijakan pemesanan kamar dalam jumlah besar oleh FIFA di awal.
Langkah pemblokiran tersebut menciptakan sinyal permintaan semu yang mendistorsi pasar dan mendorong hotel memasang tarif terlampau tinggi.
Meski prospek keseluruhan dinilai pakar masih lebih baik dari tahun lalu, angka riil tetap berada di bawah target awal dan memicu kritik dari suporter.
"Saya akan menyarankan para petinggi sepak bola untuk mempertimbangkan dengan serius apa yang mereka lakukan terhadap para penggemar dengan praktik penetapan harga tiket dan hotel ini," kata Tom Boyer, seorang ayah dari dua anak yang sudah memesan kamar Marriott non-refundable di Vancouver sejak awal April untuk menonton dua pertandingan Piala Dunia.
>>> CORTIS Meriahkan Allo Bank Festival 2026 dengan Interaksi Seru
"Permainan ini seharusnya menyatukan orang. Praktik-praktik seperti ini memecah keuntungan," tambahnya.