Perayaan kemenangan Maroko atas Belanda di Piala Dunia 2026 berujung kerusuhan di Den Haag, Belanda. Sejumlah fans ditangkap setelah terlibat bentrokan dengan polisi.
Laga babak 32 besar antara Belanda dan Maroko berlangsung di Estadio Monterrey pada Selasa (30/6) pagi WIB.
>>> Bangganya Paraguay Depak Jerman dari Piala Dunia 2026
Kedua tim bermain imbang 1-1 hingga babak tambahan, sebelum Maroko menang adu penalti 3-2.
Kemenangan tersebut memicu euforia di kalangan pendukung Maroko di Den Haag. Ratusan fans berkumpul di persimpangan jalan, menari, menyalakan kembang api, dan bahkan naik ke atas mobil.
Polisi anti huru-hara dikerahkan untuk membubarkan massa menggunakan meriam air dan pentungan.
Situasi semakin memanas ketika kembang api besar dinyalakan di distrik Schilderwijk dan petugas dilempari petasan serta batu.
>>> Game Indonesia Deadhand Theater Angkat Tema Wayang, Siap Rilis di Steam
Pihak kepolisian Den Haag mengonfirmasi penangkapan beberapa individu. "Beberapa individu sudah ditangkap karena melakukan kekerasan terbuka," ujar pernyataan polisi, seperti dikutip dari AP News.
Den Haag merupakan rumah bagi salah satu komunitas Maroko terbesar di Belanda. Sekitar 32 ribu penduduk keturunan Maroko tinggal di kota tersebut, hampir 6 persen dari total populasi.
Banyak dari mereka adalah keturunan pekerja yang bermigrasi dari Maroko utara berdasarkan perjanjian perekrutan tenaga kerja bilateral tahun 1969.
>>> Haaland vs Gabriel! Netizen Tak Sabar Norwegia Lawan Brasil
Distrik Schilderswijk telah menjadi pusat budaya Maroko-Belanda.