⌂ Beranda › News › Presiden Nintendo Akui Kelangkaan Kartu Pokemon Picu Harga Mahal
News

Presiden Nintendo Akui Kelangkaan Kartu Pokemon Picu Harga Mahal

Ilustrasi kartu Pokemon yang langka dan dijual dengan harga tinggi.
Koleksi Kartu Pokemon Dinilai Layak Jadi Mata Uang Masa Depan
A A Ukuran Teks16px

Presiden Nintendo, Shuntaro Furukawa, angkat bicara mengenai kelangkaan kartu Pokemon yang menyebabkan harganya melambung tinggi di pasaran.

Fenomena ini membuat kartu Pokemon yang dicetak dalam jumlah terbatas dibeli dalam jumlah besar oleh para pengecer, kemudian dijual kembali dengan harga jauh di atas penawaran asli.

Dampak Kelangkaan Kartu Pokemon

Kelangkaan dan lonjakan harga ini bahkan memicu kejahatan, seperti kasus pencurian di sebuah toko di Manhattan yang merugikan hingga USD 100 ribu atau sekitar Rp 1,7 miliar.

Pelaku pencurian tersebut berhasil merampas kartu-kartu berharga tinggi hanya dalam waktu tiga menit dengan menodongkan senjata.

Menanggapi situasi ini, The Pokemon Company telah mengambil berbagai langkah untuk mengatasi masalah tersebut.

Langkah-langkah tersebut meliputi penjualan berdasarkan pesanan dan perjanjian dengan operator pasar online.

Selain itu, untuk undian prioritas online pada produk tertentu, rencananya akan diterapkan metode verifikasi akun menggunakan Kartu Nomor Saya, yaitu kartu identitas resmi yang dikeluarkan pemerintah Jepang.

Furukawa menyatakan bahwa Nintendo terus berkomunikasi dengan The Pokemon Company untuk mencari solusi pengiriman produk yang tepat kepada konsumen.

Meskipun telah memproduksi 85 miliar kartu Pokemon secara total, termasuk 10 miliar kartu pada tahun 2025, permintaan yang tinggi masih belum terpenuhi.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru