Persija Jakarta menambah amunisi di lini tengah dengan merekrut gelandang asal Bosnia dan Herzegovina, Stjepan Loncar.
Pemain berusia 29 tahun ini dikontrak selama dua musim untuk menghadapi kompetisi Liga Indonesia 2026/2027.
>>> Martinez Bantah Argentina Mudah ke Final Piala Dunia 2026
Loncar didatangkan melalui kesepakatan transfer dengan klub Kroasia, NK Istra 1961. Musim lalu, ia mencatatkan 33 penampilan di Liga Kroasia dengan kontribusi tiga gol dan enam assist.
Rekam Jejak dan Pengalaman Internasional
Lahir di Mostar pada 10 November 1996, Stjepan Loncar memulai karier profesionalnya di NK Široki Brijeg.
Ia kemudian melanjutkan karier di berbagai klub Eropa seperti HNK Rijeka, Ferencvárosi TC, KV Kortrijk, FC Astana, Lech Poznań, hingga NK Istra 1961.
Di level internasional, Loncar telah mengoleksi 11 penampilan bersama Tim Nasional Bosnia dan Herzegovina sejak debut senior pada 2018.
Ia juga memiliki pengalaman tampil di kompetisi antarklub Eropa, termasuk Liga Champions, Liga Europa, dan Liga Konferensi Europa.
Bersama Ferencvárosi TC, Loncar sukses meraih dua gelar Liga Hungaria. Pengalaman ini diharapkan dapat menambah kualitas dan memperkaya pilihan di lini tengah Persija.
>>> Pengguna iPhone Makin Setia, Migrasi dari Android Menurun
Presiden Persija, Mohamad Prapanca, menyatakan keyakinannya bahwa Loncar dapat memberikan kontribusi terbaik bagi tim.
"Pengalamannya bermain di berbagai kompetisi Eropa dan bersama Tim Nasional Bosnia dan Herzegovina menjadi modal yang sangat berharga," ujar Prapanca.
Loncar sendiri mengaku antusias menyambut tantangan baru ini. "Saya merasa sangat bahagia dan bangga bisa bergabung di sini.
Saya sudah tidak sabar untuk mulai berlatih bersama rekan-rekan setim," tuturnya.
Ia menambahkan, "Saya datang ke Persija untuk membantu klub ini dan berharap kami dapat menjuarai Liga Indonesia."
>>> Prediksi Final Piala Dunia 2026: Spanyol Diunggulkan atas Argentina
Loncar menjadi pemain asal Balkan keempat yang direkrut Persija, menyusul Radovan Pankov (Serbia), Kerim Memija (Bosnia), dan Denis Kolinger (Kroasia).

