Nvidia dikabarkan menunda peluncuran seri RTX 5000 Super. Penyebabnya adalah lonjakan harga komponen memori GDDR7 berkapasitas 3GB.
Menurut laporan VideoCardz, Nvidia telah meminta mitra pembuat papan sirkuit untuk menahan rilis kartu grafis tersebut.
>>> CdM Indonesia Ungkap Target Emas Wushu dan Lolos Grup Basket 3x3 Asian Games
Harga satu chip GDDR7 3GB saat ini mencapai USD 60 hingga USD 70, sementara chip GDDR7 2GB standar hanya USD 20.
Kenaikan harga lebih dari tiga kali lipat untuk peningkatan kapasitas 50 persen membuat biaya produksi (Bill of Material) membengkak tajam.
Ditambah lagi, perusahaan komputasi AI memborong kapasitas manufaktur DRAM dan NAND, memperparah situasi.
Sejak 2025, Nvidia menyerahkan pengadaan chip memori kepada masing-masing mitra.
Jika dipaksa menjual seri Super mendekati harga eceran yang disarankan (MSRP), mitra kemungkinan enggan memproduksi karena khawatir rugi besar.
Penggunaan GDDR7 3GB sebenarnya memungkinkan peningkatan kapasitas tanpa menambah modul atau mengubah bus memori. Namun, harganya yang selangit menjadi hambatan utama.
>>> LO Spanyol U-17 Bangga Pau Cubarsi Jadi Juara Piala Dunia 2026
Model yang Terdampak dan Ancaman Krisis Pasokan
Beberapa model yang terdampak meliputi GeForce RTX 5080 Super, RTX 5070 Ti Super, RTX 5070 Super, dan RTX 5050 9GB yang juga menggunakan GDDR7 3GB.
Tanggal rilis semua model belum ditentukan karena harga chip yang membebani.
SK Hynix sebelumnya memprediksi tahun 2027 sebagai masa terburuk ketersediaan pasokan memori, dengan permintaan diperkirakan terus melampaui pasokan hingga setelah 2030.
Jika Nvidia menunggu harga turun, konsumen mungkin harus bersabar.
Kabar penundaan ini menjadi bocoran terbaru seri RTX 5000 Super.
>>> MSC Mobile Legends 2026: Jadwal, Tim, Hadiah, dan Format di EWC
Sebelumnya, nama RTX 5080 Super muncul dalam kalkulator daya Seasonic, menyusul RTX 5070 Super dan RTX 5070 Ti Super yang sudah ditambahkan pada September lalu, demikian dikutip detikINET dari Techspot, Senin (20/7/2026).
