⌂ Beranda News Juara Bertahan Fajar/Fikri ke 16 Besar China Open, Adaptasi Jadi Kunci

Juara Bertahan Fajar/Fikri ke 16 Besar China Open, Adaptasi Jadi Kunci

Juara Bertahan Fajar/Fikri ke 16 Besar China Open, Adaptasi Jadi Kunci
Ilustrasi: Juara Bertahan Fajar/Fikri ke 16 Besar China Open, Adaptasi Jadi Kunci
A A Ukuran Teks16px

Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, juara bertahan China Open, memulai perjuangan dengan kemenangan.

Ganda putra Indonesia itu mengalahkan pasangan China Huang Di/Liu Yang di babak 32 besar, Rabu (22/7/2026).

>>> Huawei MatePad Pro Max Resmi Meluncur, Tablet 13 Inci Paling Tipis

Mereka menang lewat pertarungan tiga gim dengan skor 21-15, 20-22, 21-9. Fajar mengakui pertandingan tidak mudah karena menghadapi permainan agresif lawan dan dukungan penuh publik tuan rumah.

"Yang pasti pertandingan yang tidak mudah ya, pasangan China bermain sangat ngotot, sangat semangat dengan antusias dan dukungan publik tuan rumah yang luar biasa dari hari pertama.

Ramai sekali tapi kami tidak mau kalah," ujar Fajar dalam keterangan melalui PBSI.

Tanpa Latihan Arena, Langsung Adaptasi

Fajar mengungkapkan dirinya dan Fikri tidak sempat mengikuti sesi latihan di arena pertandingan.

Hal itu karena mereka baru menyelesaikan Japan Open 2026 hingga hari terakhir sebelum bertolak ke China.

Akibatnya, keduanya harus langsung beradaptasi dengan kondisi lapangan serta karakter shuttlecock saat pertandingan berlangsung. "Cukup berbeda rasanya dengan di Tokyo, tadi ada beberapa kali masih ragu-ragu.

Bersyukur di gim ketiga kami bisa ambil start bagus dan terus unggul," kata Fajar.

>>> Rahasia Sandal Firaun yang Menginjak Musuh di Setiap Langkah

Selain adaptasi, pemulihan kondisi fisik menjadi tantangan tersendiri. Pasalnya, mereka harus menjalani dua turnamen beruntun setelah pekan lalu menjadi juara Japan Open.

Dukungan tim PBSI membuat kondisi mereka tetap prima.

"Alhamdullilah sampai sekarang berjalan dengan baik. Selain itu pastinya menjaga pikiran, harus selalu fresh dan enjoy.

Hal-hal yang di luar turnamen dikesampingkan dulu karena itu kadang menguras energi," tuturnya.

Fikri berharap keberhasilan menjuarai Japan Open dan status juara bertahan China Open menjadi motivasi, bukan tekanan.

"Beban dan tekanan pasti ada di setiap turnamen, tidak hanya di sini karena kami juara bertahan dan pekan lalu baru juara di Jepang.

Kami tidak mau terlalu melebih-lebihkan rasanya, ambil saja positifnya untuk semakin termotivasi dan percaya diri," ujar Fikri.

>>> Ronaldo: Argentina Kalah Kualitas dari Spanyol, Messi pun Tak Bisa Berbuat Banyak

Kemenangan ini membawa Fajar/Fikri melangkah ke babak 16 besar China Open 2026 dan menjaga peluang mempertahankan gelar Super 1000 yang mereka raih musim lalu.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru
STIKIBOTOM