Desain baru Samsung Galaxy Z Fold8 tengah menjadi perbincangan di media sosial.
Bentuknya yang lebih pendek dan lebar saat dilipat dinilai mirip dengan bocoran iPhone layar lipat yang kerap disebut iPhone Ultra atau iPhone Fold.
>>> Erafone Run 2026 Bandung: Trail Run Unik Padukan Sport dan Lifestyle
Kemiripan tersebut memunculkan tudingan bahwa Samsung mengikuti desain perangkat lipat Apple.
Padahal, jauh sebelum rumor iPhone layar lipat beredar, Samsung sudah memamerkan visi ponsel dengan bentuk serupa sejak 2013.
Galaxy Z Fold8 mengusung desain yang kerap disebut passport-style.
Saat ditutup, bentuknya menyerupai paspor, sedangkan ketika dibuka perangkat ini menawarkan layar 7,6 inch dengan rasio mendekati 4:3.
Bentuk yang lebih lebar dan ringkas ini berbeda dari Galaxy Z Fold generasi sebelumnya yang cenderung tinggi dan ramping.
Samsung merancangnya agar lebih nyaman digenggam sekaligus memberikan pengalaman membaca, menonton video, bermain game, dan menjelajahi media sosial layaknya tablet kecil.
Namun, bentuk tersebut langsung dikaitkan dengan bocoran ponsel lipat Apple.
Perangkat yang hingga kini belum diumumkan secara resmi itu diperkirakan turut mengusung bodi pendek dan lebar dengan mekanisme lipat menyerupai buku.
Sejumlah warganet menilai Samsung sengaja meluncurkan Galaxy Z Fold8 lebih dahulu untuk mengantisipasi masuknya Apple ke pasar ponsel layar lipat.
Perdebatan pun ramai karena desain keduanya sekilas terlihat serupa berdasarkan bocoran yang beredar.
Bahkan Carl Pei, CEO Nothing, turut menyuarakan kritik, menyebut Samsung sering kali mengandalkan rumor Apple untuk menentukan arah peluncuran produknya.
Samsung Pamer Konsep Foldable Sejak 2013
Kendati demikian, tudingan meniru sulit dibuktikan karena perangkat lipat Apple masih sebatas rumor. Pengembangan sebuah ponsel umumnya membutuhkan waktu bertahun-tahun sebelum resmi dipasarkan.
Lebih jauh lagi, konsep perangkat lipat pendek dan lebar ternyata bukan gagasan baru bagi Samsung.
