Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengoptimalkan kapasitas internet berbasis satelit Satria-1.
Langkah ini dilakukan untuk menjaga layanan telekomunikasi di Kepulauan Sangihe, Talaud, dan Sitaro, Sulawesi Utara.
>>> Indonesia vs Kamboja: Garuda Sulit Raih Kemenangan Besar
Optimalisasi ini dilakukan selama proses restorasi kabel optik bawah laut Palapa Ring Tengah yang terdampak aktivitas tektonik. Gangguan terdeteksi pada sebagian serat optik di segmen Melonguane-Morotai.
Pemerintah menegaskan proses restorasi merupakan langkah preventif untuk menjaga keandalan jaringan dan mencegah gangguan layanan yang lebih luas.
Akses internet masyarakat tetap ditopang melalui jaringan satelit Satria-1.
Pelaksana Tugas Direktur Infrastruktur Bakti Komdigi, Darien Aldiano, menyatakan pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi agar masyarakat tetap memperoleh akses telekomunikasi selama pekerjaan berlangsung.
Sebagai antisipasi, Bakti meningkatkan kapasitas bandwidth pada 286 titik layanan Akses Internet yang terhubung melalui satelit Satria-1.
Kapasitas internet di lokasi tersebut ditingkatkan menjadi 50 Mbps, 100 Mbps, hingga 150 Mbps sesuai kebutuhan.
Titik layanan tersebut berada di berbagai fasilitas publik, seperti kantor pemerintahan, sekolah, puskesmas, rumah sakit, hingga fasilitas pertahanan dan keamanan.
Masyarakat dapat memanfaatkan titik-titik tersebut untuk tetap mengakses layanan telekomunikasi dan internet.
>>> Andrea Pirlo Segera Latih Timnas Italia, Berapa Gaji Tahunan Sang Legenda?
Kerusakan Dipicu Aktivitas Gempa
Anomali pada kabel laut Palapa Ring Tengah terjadi setelah serangkaian aktivitas gempa bumi di kawasan Melonguane-Morotai.
Salah satunya adalah gempa bermagnitudo 5,7 yang terjadi pada 26 Mei 2026.
Kerusakan terdeteksi berada di dasar laut dengan kedalaman sekitar 3.400 meter atau sekitar 95 kilometer dari Terminal Station Morotai.
Lokasi kerusakan di laut dalam membutuhkan kapal khusus untuk perbaikan.
Kapal perbaikan dijadwalkan berangkat dari Bitung menuju Morotai pada 28 Juli 2026 setelah seluruh dokumen administrasi dan perizinan pelayaran selesai diproses.
Periode kritis layanan diperkirakan selama sekitar 12 hari.
Apabila seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, jaringan Palapa Ring Tengah ditargetkan kembali beroperasi penuh pada 11 Agustus 2026.
>>> Rahasia Bodi Tipis nan Tangguh Motorola Razr Fold
Bakti menyatakan akan terus menyampaikan perkembangan restorasi secara berkala.
