Kecerdasan buatan (AI) pada smartphone kini memasuki fase baru, bergeser dari sekadar inovasi menarik menjadi alat yang diharapkan mampu memahami kebutuhan pengguna secara mendalam.
CU Kim, Presiden dan CEO Samsung Electronics South East Asia and Oceania, menyatakan bahwa konsumen, terutama generasi muda di Asia Tenggara, menuntut AI yang relevan dengan gaya hidup, konteks, dan bahasa mereka.
>>> AI OpenAI Kabur Saat Uji Coba, Serang Platform Lain
Galaxy AI Makin Personal dan Multibahasa
Samsung memperkuat Galaxy AI dengan dukungan 22 bahasa di Asia Tenggara, termasuk Bahasa Indonesia. Penyempurnaan ini mencakup wawasan dan nuansa pasar lokal agar AI terasa lebih alami.
Kim menekankan bahwa teknologi AI menjadi semakin bermanfaat dan personal seiring waktu. Aspek kepercayaan, transparansi, dan akurasi menjadi kunci utama saat AI semakin proaktif.
Pendekatan Samsung adalah memastikan setiap pengalaman AI bermanfaat, aman, dan sepenuhnya dikendalikan oleh pengguna. Perusahaan yakin Asia Tenggara dan Oseania siap mengadopsi AI tahap selanjutnya.
>>> Mandalika Racing Series Round #3 Cetak Talenta Balap Masa Depan
Pertumbuhan penggunaan Galaxy AI di Asia Tenggara sangat menjanjikan, khususnya pada ponsel lipat.
Tingkat penggunaan AI pada pengguna Galaxy Z7 dan Flip 7 meningkat dari 84% menjadi 96% dalam setahun.
Fitur AI yang paling sering dimanfaatkan meliputi Circle to Search untuk penemuan cepat, ringkasan informasi (now brief) untuk pembaruan personal, dan asisten foto (photo assist).
>>> Indonesia vs Kamboja: Mitchell Baker Cetak Hat-trick, Timnas Unggul 4-1
Samsung optimis jajaran produk terbaru, termasuk Galaxy Z Fold8, Z Fold8 Ultra, dan Z Flip8, akan menarik konsumen dan memberikan pengalaman AI yang lebih kaya.

