FIFA secara resmi memulai proses disiplin terhadap Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA). Langkah ini diambil menyusul sejumlah insiden kontroversial selama Piala Dunia 2026.
Dua kasus utama yang menjadi sorotan adalah pembentangan bendera bertuliskan "Las Malvinas Son Argentinas" oleh pemain Argentina setelah semifinal, serta kericuhan yang terjadi di partai final.
>>> 4 Target Arsenal jika Gagal Dapatkan Vinicius Junior
Bendera Malvinas dan Pelanggaran Kode Disiplin
Usai mengalahkan Inggris di semifinal, sejumlah pemain Argentina membentangkan bendera yang menyatakan Kepulauan Malvinas milik Argentina. Tindakan ini dinilai melanggar Pasal 13 Ayat 2c Kode Disiplin FIFA.
Aturan tersebut melarang penggunaan ajang olahraga untuk demonstrasi yang bersifat non-olahraga. Malvinas, yang juga dikenal sebagai Kepulauan Falklands, menjadi sengketa antara Argentina dan Inggris sejak perang 1982.
Pembentangan bendera itu dianggap sebagai pernyataan politik yang tidak sesuai dengan semangat olahraga.
>>> Juventus Selangkah Lagi Datangkan Kolo Muani dan Alajbegovic
Kericuhan di Final Piala Dunia 2026
Insiden lain terjadi setelah peluit panjang final Piala Dunia 2026. Sejumlah pemain Argentina terlibat cekcok dan saling dorong dengan pemain Spanyol.
Bahkan, diduga terjadi aksi pemukulan terhadap pemain Spanyol.
Beberapa pemain dan staf Argentina yang disebut terlibat antara lain Leandro Paredes, Thiago Almada, Nahuel Molina, dan pelatih Roberto Ayala.
>>> Laga Eropa Tinggal Hitungan Minggu, Stadion Getafe Belum Rampung
FIFA kini akan meninjau bukti dan memberikan sanksi jika terbukti bersalah. Proses disiplin ini diharapkan berjalan transparan dan adil.

