Kementerian Kebudayaan menjalin kolaborasi dengan Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi) untuk memperkuat digitalisasi aksara Nusantara.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya menjaga identitas budaya bangsa di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
>>> Vietnam Diwanti-wanti, Indonesia Disebut Lebih Kuat dari Singapura
Komitmen ini mengemuka dalam pertemuan antara Menteri Kebudayaan Fadli Zon dan jajaran Pandi di Jakarta pada Selasa (22/7/2026).
Pembahasan berfokus pada inisiatif perluasan pemanfaatan aksara Nusantara di ruang digital, termasuk melalui domain . id.
Fadli Zon menekankan pentingnya digitalisasi agar aksara Nusantara tidak hanya menjadi peninggalan sejarah, tetapi juga tetap relevan bagi masyarakat modern.
Ia mengapresiasi inisiatif yang berkontribusi dalam merawat identitas budaya bangsa.
Inisiatif yang dibahas mencakup peluncuran domain dan lomba menulis dongeng anak menggunakan Aksara Nusantara di ruang digital. Diharapkan aksara Nusantara dapat menjadi 'living heritage' yang terus hidup.
Ketua Pandi, Isnawan Aslam, menambahkan bahwa pelestarian aksara tidak cukup hanya melalui dokumentasi, melainkan harus diwujudkan dalam penggunaan sehari-hari di ruang digital.
>>> Mykhailo Mudryk Lega Bisa Kembali Bermain Usai Kasus Doping
Melalui lomba menulis dongeng anak beraksara Nusantara, Pandi ingin mengenalkan aksara daerah kepada generasi muda dengan cara yang lebih dekat, kreatif, dan menyenangkan.
Pandi mendorong kolaborasi antara pemerintah, sekolah, komunitas aksara, pegiat literasi, akademisi, dan masyarakat agar aksara Nusantara tetap menjadi bagian dari kehidupan digital.
Sebagai langkah awal kolaborasi, Kementerian Kebudayaan dan Pandi akan menggelar Lomba Menulis Dongeng Anak Beraksara Nusantara. Pendaftaran dibuka mulai 8 Agustus 2026.
Para pemenang lomba akan memperoleh Piala Menteri Kebudayaan. Informasi lengkap mengenai persyaratan dan mekanisme lomba tersedia melalui laman resmi lombaaksaranusantara.
id.
>>> Pre Order Samsung Galaxy Z Fold8 & Z Flip8 Membludak, Pecahkan Rekor di India
Melalui kerja sama ini, diharapkan aksara Nusantara tidak hanya dikenang sebagai warisan budaya, tetapi juga menjadi bagian dari masa depan identitas digital Indonesia.
