Samsung menerapkan pendekatan baru dalam pengembangan Galaxy Z Series terbaru, termasuk Galaxy Z Fold8, Z Fold8 Ultra, dan Z Flip8, dengan memperkenalkan teknologi Flex Titanium dan baterai silikon karbon.
Sunghoon Moon, Executive Vice President and Senior Executive of Mobile R&D Office Samsung Electronics, menyatakan bahwa pengembangan ini didasari pemahaman mendalam tentang interaksi pengguna dengan perangkat lipat.
>>> Persija Jakarta Raih Kemenangan Perdana di Piala Presiden 2026
Teknologi Flex Titanium
Untuk memenuhi tuntutan pengguna akan layar lebih luas, desain tipis, ringan, tangguh, dan performa flagship, Samsung memperkenalkan Flex Titanium.
Material ini memadukan titanium-alloy film tipis dengan titanium plate presisi.
Pemilihan titanium didasari rasio kekuatan terhadap bobotnya yang tinggi serta ketahanan terhadap deformasi. Tantangan utama adalah membuat material sekokoh titanium tetap fleksibel untuk layar lipat.
Moon menjelaskan, desain ulang struktur penyangga ini berhasil mengurangi ketebalan modul display hingga 10%.
Hal ini tidak hanya membuat lipatan layar (crease) lebih samar, tetapi juga memberi ruang internal tambahan.
Ruang ekstra tersebut dimanfaatkan untuk menyematkan baterai lebih besar, sistem pendingin yang lebih optimal, dan modul kamera yang lebih mumpuni.
Baterai Silikon Karbon
Sektor daya menjadi area pemanfaatan ruang ekstra, di mana Samsung mengadopsi material baterai silikon karbon. Teknologi ini meningkatkan densitas energi secara signifikan dibandingkan baterai konvensional.
>>> Leo/Daniel ke Final Taipei Open 2026 Usai Kalahkan Wakil Jepang
Hasilnya, Galaxy Z Fold8 Ultra kini dibekali baterai 5.000mAh dalam profil bodi yang lebih ramping.
Moon menegaskan bahwa Samsung merancang ulang keseluruhan sistem baterai untuk daya tahan lebih lama dan pengisian daya lebih cepat.
Galaxy Z Fold8 Ultra dan Fold8 juga mengimplementasikan arsitektur Dual-Path Charging untuk distribusi arus listrik yang merata, menjaga suhu tetap dingin, dan pengisian daya stabil.
