Jaringan 5G menawarkan kecepatan internet lebih tinggi dan latensi rendah dibanding 4G. Namun, pengalaman ini tidak selalu tersedia saat pengguna berpindah lokasi.
Ketika meninggalkan area coverage 5G, smartphone umumnya akan otomatis beralih ke jaringan 4G/LTE yang tersedia. Perpindahan ini terjadi tanpa perlu mengganti SIM atau mengaktifkan jaringan secara manual.
>>> Andrey Santos Terpacu Ikuti Jejak Sukses Casemiro di Manchester United
HP 5G Akan Kembali ke 4G
Sinyal 5G belum tersedia menyeluruh seperti 4G. Saat pengguna keluar dari area 5G, perangkat akan mencari jaringan yang tersedia di lokasi.
Jika operator memiliki cakupan 4G, perangkat akan melakukan fallback ke jaringan 4G. Hal ini berlaku pada smartphone Android maupun iOS.
Mode 5G Otomatis memungkinkan perangkat mencari sinyal yang ada, seperti pindah ke LTE ketika koneksi 5G tidak memberikan peningkatan performa signifikan.
Fitur ini juga dirancang untuk menghemat baterai.
Dengan demikian, koneksi internet tidak serta-merta terputus saat berpindah dari wilayah 5G ke 4G.
Tidak Perlu Ganti SIM
Perpindahan dari 5G ke 4G tidak mengharuskan pengguna mengganti kartu SIM. Kartu SIM yang digunakan sudah USIM alias 4G, sehingga peralihan jaringan tidak memerlukan pergantian kartu secara manual.
Direktur Network Telkomsel, Indra Mardiatna, menjelaskan bahwa pelanggan 4G yang ingin menggunakan 5G tidak perlu registrasi ulang. Peralihan dari 4G ke 5G dilakukan otomatis setelah perangkat mendukung 5G.
"Kalau dulu ada beberapa case untuk mengaktifkan 5G, itu nggak perlu lagi. Jadi, semua sudah aktif, tinggal handsetnya saja di-upgrade atau diganti," ujar Indra kepada detikINET.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa perpindahan jaringan 4G dan 5G dapat digunakan bergantian pada perangkat yang kompatibel, tergantung ketersediaan jaringan di lokasi.
Saat perangkat berpindah dari 5G ke 4G, pengguna tetap dapat beraktivitas internet seperti biasa selama jaringan 4G tersedia.

