⌂ Beranda News Liga Putri Kickoff 17 Oktober, Dibuka Persita Vs Persija di Jakarta

Liga Putri Kickoff 17 Oktober, Dibuka Persita Vs Persija di Jakarta

Liga Putri Kickoff 17 Oktober, Dibuka Persita Vs Persija di Jakarta
Liga Putri Kickoff 17 Oktober, Dibuka Persita Vs Persija di Jakarta
A A Ukuran Teks16px

Indonesia Women's League atau Liga Putri akan segera bergulir. Kompetisi dijadwalkan kickoff pada 17 Oktober 2026 di Jakarta.

Laga pembuka akan mempertemukan Persita melawan Persija. Pertandingan tersebut akan digelar di Stadion Soemantri Brodjonegoro.

>>> Bot di Internet Diprediksi 1.000 Kali Lebih Banyak dari Manusia

Direktur I. League, Teddy Tjahjono, mengonfirmasi rencana tersebut pada Selasa (11/8/2026).

"Rencana kickoff untuk Indonesia Women's League akan dilakukan di Stadion Soemantri Brodjonegoro, 17 Oktober, diawali dengan pertandingan Persita vs Persija," kata Teddy.

Sistem Sentralisasi dan Enam Klub Peserta

I. League selaku operator memutuskan menggunakan sistem sentralisasi.

Stadion Soemantri Brodjonegoro menjadi venue tunggal.

Enam klub akan ambil bagian pada edisi kali ini. Mereka adalah Persija, Persita, Bekasi FC, Garudayaksa, Dewa United, dan Persikad.

Tim-tim dari sekitar Jabodetabek ini telah bersedia membentuk tim wanita.

Setiap tim akan bermain 15 kali dalam satu musim. Pertandingan hanya digelar pada akhir pekan.

>>> Nintendo Switch dan Switch 2 Segera Rilis Resmi di Indonesia

Beberapa laga akan digelar di venue dan hari yang sama dengan laga Super League.

Teddy menjelaskan konsep kompetisi ini seperti sport festival. Akan ada panggung musik, UMKM, makanan, dan berbagai aktivasi.

Penonton diperbolehkan hadir menyaksikan pertandingan.

Ada juga modifikasi jadwal, misalnya Persija melawan Persita di GBK. "Jadi mungkin di sorenya ada pertandingan putri dulu," ujarnya.

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyebut kompetisi ini sebagai langkah awal pembangunan sepakbola wanita. Federasi dan operator tidak memaksakan kuantitas, fokus pada tim yang siap.

Klub-klub disebut telah berkomitmen setidaknya lima tahun ke depan. Diharapkan kompetisi ini bisa sustain dan berkembang.

"Jangan sampai liga ini juga hanya dilahirkan hanya untuk pencitraan dan berhenti di kemudian hari. Tidak," tegas Erick.

>>> Keyboard ala BlackBerry Kembali, Bisa Dipasang ke Smartphone Modern

Ia juga menekankan pentingnya pembangunan talent pool agar jumlah pemain cukup untuk kompetisi profesional.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru
STIKIBOTOM