⌂ Beranda News Liga Putri Indonesia: Format, Kuota Asing, dan Sistem Grading

Liga Putri Indonesia: Format, Kuota Asing, dan Sistem Grading

Liga Putri Indonesia: Format, Kuota Asing, dan Sistem Grading
Liga Putri Indonesia: Format, Kuota Asing, dan Sistem Grading
A A Ukuran Teks16px

Indonesia Women's League (IWL) resmi diluncurkan oleh PSSI dan I. League.

Kompetisi sepak bola putri ini akan diikuti oleh enam klub yang berdomisili di Jabodetabek.

>>> Wirtz Lebih Paham Premier League, Siap Tampil Maksimal di Musim Kedua

Keenam klub tersebut adalah Persija Jakarta, Persita Tangerang, Dewa United FC, Persikad Depok, FC Bekasi, dan Garudayaksa.

Format Kompetisi

Kompetisi akan menggunakan format triple round-robin, di mana setiap tim saling berhadapan tiga kali dalam satu musim.

Dengan format ini, setiap tim minimal memainkan 15 pertandingan. Empat tim teratas di klasemen akan melanjutkan ke babak gugur, yaitu semifinal dan final.

CEO IWL Teddy Tjahjono menjelaskan, minimal setiap klub bermain 15 kali dalam satu musim, kemudian dilanjutkan dengan babak semifinal dan final.

Kickoff kompetisi akan dimulai dengan pertandingan antara Persita melawan Persija pada 17 Oktober 2026. Stadion Soemantri Brodjonegoro di Kuningan, Jakarta, menjadi lokasi pertandingan sentralisasi.

Pertandingan rencananya digelar setiap akhir pekan. Kebijakan ini dipilih untuk mengakomodasi pemain yang masih berstatus pelajar.

Dengan jumlah peserta yang belum banyak, kompetisi hanya berjalan tiga bulan, dari pertengahan Oktober hingga Januari 2027.

Pemain Asing dan Grading

Menariknya, talent pool pesepakbola putri Indonesia dibagi rata ke semua klub. Dengan grading A dan B, pemain disebar ke enam klub agar tidak terjadi ketimpangan.

>>> PSG Incar Hat-trick Juara Liga Champions untuk Samai Real Madrid

Teddy mengatakan, pihaknya sudah beberapa kali meeting dengan owners klub untuk menyepakati grading, termasuk melakukan undian sistem grading bersama-sama.

Untuk menciptakan iklim kompetitif, setiap klub diizinkan mendaftarkan pemain asing. Pemain diaspora putri dari luar negeri juga dipersilakan bergabung.

Sejauh ini sudah ada dua pemain diaspora anggota Timnas Indonesia Putri yang akan ambil bagian, yakni Isabelle Nottet dan Estella Loupatty.

Jumlahnya berpotensi bertambah.

Komisaris IWL Vivin Cahyani Sungkono menyebut, regulasi memperbolehkan setiap klub memiliki empat pemain asing. Namun, musim pertama ini baru ada dua pemain diaspora yang bergabung.

Soal pendanaan, I. League menyiapkan skema subsidi untuk klub IWL.

PSSI juga menghibahkan dana kontribusi Rp 24 miliar dari I. League untuk kepentingan klub dan operasional IWL.

>>> Chelsea Buka Opsi Pinjamkan Mudryk ke Klub Liga Inggris

Direktur Utama I. League Ferry Paulus menegaskan komitmen untuk memastikan IWL berjalan profesional dengan skema subsidi yang proporsional.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru
STIKIBOTOM