Arsitek dan desainer Revano Satria memiliki alur kerja digital yang unik dalam menggarap proyeknya.
Selain aplikasi desain 3D seperti SketchUp, ia juga memanfaatkan Apple Books untuk mengelola ribuan referensi proyek.
>>> Indonesia Target Juara FIFA ASEAN Cup 2026 dengan Skuad Terbaik
Bagi Revano, setiap desain selalu dimulai dari sebuah garis dan sketsa. Coretan awal ini dianggap krusial karena memberikan kebebasan berekspresi sebelum ide diterjemahkan menjadi desain yang lebih presisi.
Dari Sketsa ke Dunia Digital 3D
Setelah sketsa awal dibuat, tim Revano melanjutkan ke tahap 3D Concept Development untuk menerjemahkan ide menjadi bentuk tiga dimensi.
Tahap rendering kemudian dilakukan untuk melihat perpaduan material dan pencahayaan.
Untuk pekerjaan yang membutuhkan komputasi berat seperti desain parametrik, Revano mengandalkan Grasshopper.
Ia juga menyoroti peningkatan kemampuan komputasi perangkat Apple sejak chip M1 hingga M5 yang mendukung proses ini.
SketchUp dipilih karena sifatnya yang universal dan relatif mudah digunakan dalam pengembangan desain 3D.
Setelah tahap 3D selesai, desain diperhalus dengan geometri yang lebih masuk akal, diikuti konsultasi dengan spesialis. Model 3D memungkinkan evaluasi mendalam terhadap objek rancangan.
Apple Books sebagai Pustaka Referensi Digital
Tantangan dalam mengelola data proyek yang melibatkan banyak orang dan lokasi mendorong Revano mengintegrasikan ekosistem digital.
Hal ini memastikan manajer, desainer, hingga junior designer dapat mengakses informasi secara real-time.
>>> PSG vs Aston Villa: Luis Enrique Unggul Rekor Pertemuan Melawan Unai Emery
Aplikasi yang tidak terduga dalam alur kerja ini adalah Apple Books.
Aplikasi yang umum digunakan untuk membaca buku digital ini dimanfaatkan Revano sebagai bagian dari pengelolaan library dan referensi proyek.
Timnya menangani puluhan ribu file media dan materi pendukung, serta katalog dari berbagai vendor yang terus diperbarui. Katalog lama tetap disimpan sebagai referensi untuk proyek mendatang.

