Modal untuk memulai usaha tidak selalu berbentuk uang. Bagi Amanda Mitsuri, Founder Massicot, perjalanan membangun bisnisnya justru bermula dari sebuah MacBook Pro pemberian sang ayah.
Kisah itu dimulai pada 2011 ketika Amanda mulai kuliah.
>>> Rio Ferdinand: Arsenal Takkan Juara Liga Inggris Tanpa Cedera Rodri
Alih-alih memberikan uang ratusan juta rupiah sebagai modal, ayahnya memilih membekali Amanda dengan perangkat yang dinilai dapat menunjang ketertarikannya terhadap desain dan seni.
Ayahnya yang berlatar belakang geologis dan dekat dengan teknologi, mengetahui betul ketertarikan putrinya pada dunia desain dan seni.
Keputusan tersebut rupanya ikut menentukan jalan karier Amanda. Berbekal MacBook Pro itu, ia mulai memberanikan diri membangun brand pada tahun yang sama.
Keinginan menjadi entrepreneur tidak muncul begitu saja. Amanda tumbuh melihat orang tuanya menjalankan usaha, pengalaman yang membuatnya tertarik mengikuti jejak mereka.
Dalam prosesnya, ketertarikan Amanda pada desain bertemu dengan latar belakang geologi sang ayah.
Ia mengeksplorasi material dan membuat koleksi artificial gemstone, menjadi bagian dari perjalanan awalnya berkarya dan berbisnis.
Seiring bisnis berkembang, perangkat yang digunakan Amanda ikut bertambah.
Saat ini ia mengandalkan sejumlah perangkat dalam ekosistem Apple, mulai dari iPhone Pro, iPad Pro hingga MacBook Pro untuk mendukung aktivitas sehari-hari.
>>> Barcelona Krisis Penyerang? Ferran Torres Tak Ikut Latihan, Menuju PSG
Menurut Amanda, penggunaan perangkat yang terintegrasi menjadi penting karena timnya relatif kecil. Dengan tools yang efisien, tim kecil tersebut tetap dapat menjalankan pekerjaan yang kompleks.
iPad Pro Menjadi 'Studio Portable'
Untuk proses kreatif, salah satu aplikasi yang paling sering digunakan Amanda adalah Procreate di iPad Pro. Latar belakangnya yang terbiasa menggambar secara manual membuat kombinasi keduanya terasa natural.
Amanda menggunakan iPad Pro sejak 2018 setelah mendapatkannya dari sang suami. Saat itu ia baru menjadi ibu dan harus banyak berada di rumah karena kondisi klinis.
Aktivitas menggambar menggunakan iPad Pro kemudian menjadi salah satu cara Amanda untuk terus berkarya di tengah keterbatasan tersebut.
Ia mengibaratkan iPad Pro sebagai studio yang dapat dibawa ke mana-mana.
Kini teknologi menjadi bagian yang sulit dipisahkan dari proses kreatif dan bisnis Amanda. Namun, perangkat hanyalah alat.
Kemampuan menemukan cerita tetap menjadi fondasi utama sebuah karya.
>>> Daftar Roster Lengkap MPL ID S18: RRQ Hoshi Perkenalkan Jungler Baru Demonkite
Amanda mengatakan seorang kreator tidak seharusnya selalu menunggu mood untuk berkarya. Kepekaan justru perlu terus diasah karena inspirasi bisa muncul dari hal-hal sederhana di sekitar.
