China dijadwalkan segera meluncurkan misi antariksa Chang'e-7 yang diklaim sebagai salah satu proyek paling kompleks menuju Bulan.
Peluncuran tersebut dijadwalkan berlangsung dalam beberapa hari ke depan menggunakan roket Long March 5 dari Wenchang Satellite Launch Center.
>>> Alasan Jose Mourinho Cuek Real Madrid Gagal Rekrut Rodri dari City
Wilayah kutub selatan Bulan dipilih sebagai target pendaratan utama karena menyimpan area gelap yang belum pernah tersorot sinar Matahari.
Kondisi lingkungan yang ekstrem tersebut diyakini ilmuwan mampu mengawetkan es air serta berbagai senyawa organik penting.
Pemanfaatan Robot Hopper untuk Menjelajahi Kawah Gelap
Misi Chang'e-7 membawa rangkaian perangkat robotik yang terdiri dari robot pendarat, robot penjelajah, serta robot hopper.
>>> Alwi Farhan Tersingkir di Perempatfinal Kejuaraan Dunia 2026 Usai Takluk dari Chou Tien Chen
Robot hopper dirancang khusus untuk mendobrak kesulitan medan ekstrem di kawah Shackleton yang memiliki kemiringan curam.
Perangkat tersebut dibekali enam mesin pendorong agar bisa melompat langsung menuju dasar kawah yang gelap gulita.
Data temuan dari misi ini nantinya akan dilanjutkan dengan proyek Chang'e-8 pada tahun 2029 mendatang.
>>> Pasokan Global Terhambat, Sistem Pertahanan Udara Ukraina Terpaksa Parkir
Seluruh rangkaian investigasi ini diproyeksikan menjadi fondasi penting rencana besar China membawa astronaut ke Bulan pada tahun 2030.
