⌂ Beranda News Bakti BCA Bina 28 Desa, Community Forum 2026 Perluas Jejaring UMKM
News

Bakti BCA Bina 28 Desa, Community Forum 2026 Perluas Jejaring UMKM

Bakti BCA Bina 28 Desa, Community Forum 2026 Perluas Jejaring UMKM
BCA
A A Ukuran Teks16px

Materi yang dibawa dalam forum menyentuh persoalan yang dihadapi pengelola desa dan UMKM, termasuk kepemimpinan serta regenerasi pengurus desa wisata. Pembekalan lainnya berkaitan dengan peningkatan kapasitas pelaku usaha, pengembangan produk dan penggunaan teknologi digital untuk memperluas akses pasar.

Benchmarking digunakan untuk menambah referensi peserta mengenai pelestarian lingkungan serta praktik pengembangan usaha yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kinerja UMKM dan Desa Bakti BCA yang telah berkontribusi terhadap pengembangan ekonomi dan sosial di daerah juga mendapat apresiasi dalam rangkaian kegiatan tersebut.

EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn mengatakan forum tersebut juga menjadi kesempatan untuk menilai kembali pelaksanaan program yang sudah berjalan.

“Desa Bakti BCA Community Forum menjadi ruang bagi kami untuk terus belajar bersama, mengevaluasi program, dan memperkuat kapasitas para penggerak desa wisata maupun pelaku UMKM. Di tengah perubahan yang berlangsung cepat, kami ingin memastikan masyarakat di desa memiliki kemampuan, pengetahuan, dan jejaring untuk mengembangkan potensi daerahnya secara berkelanjutan,” kata Hera.

Lebih dari 5.000 Peserta UMKM Mendapat Pembinaan

Pendampingan Bakti BCA dijalankan melalui peningkatan kemampuan sumber daya manusia dan penguatan kelembagaan atau Capacity Building. Program lainnya menyasar promosi dan perluasan akses pasar atau Market Access.

Dari 28 desa binaan yang ada saat ini, lokasi program tersebar di Sumatra, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat dan Maluku. Sejumlah desa tersebut telah memperoleh penghargaan di tingkat nasional maupun internasional.

Data program mencatat 1.593 tenaga kerja terserap di desa binaan. Sementara jumlah peserta UMKM yang telah mendapatkan pembinaan mencapai lebih dari 5.000 orang.

Dari sisi peluang pasar, UMKM binaan Bakti BCA membukukan potensi nilai ekspor hingga Rp110,9 miliar. Angka tersebut berjalan bersama pendampingan yang diarahkan pada peningkatan kemampuan usaha dan perluasan pasar.

Pendampingan Disesuaikan dengan Kebutuhan Desa

BCA menjalankan pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal melalui program Bakti BCA dengan pendekatan berbasis kebutuhan. Karena karakter setiap daerah berbeda, bentuk pendampingannya mencakup sejumlah bidang, dari pengelolaan desa wisata sampai pengembangan usaha yang tumbuh di dalam desa.

Antonius mengatakan forum tahunan tersebut diharapkan dapat meningkatkan engagement antara UMKM dan desa yang selama ini menjadi binaan Bakti BCA. Pertemuan langsung juga membuka ruang untuk menemukan peluang kolaborasi baru.

Melalui forum ini, penguatan kemampuan masyarakat tidak hanya ditempatkan pada pengelolaan usaha. Regenerasi pengurus, pengetahuan mengenai lingkungan, pemanfaatan teknologi dan jaringan pasar ikut menjadi bagian dari pembekalan bagi komunitas desa.

📰 Update Terbaru