Kebakaran hutan dan lahan di kawasan gambut membawa tantangan pemadaman yang jauh berbeda dari lahan biasa.
Meskipun api di permukaan sudah padam, bara api masih dapat bertahan di dalam lapisan tanah.
Guru Besar IPB University, Prof Bambang Hero Saharjo, menjelaskan karakteristik gambut sangat mudah mengering.
Kondisi tersebut membuat material organik di bawah permukaan bertindak sebagai bahan bakar api yang berkesinambungan.
Situasi ini semakin parah ketika periode kekeringan melanda wilayah yang memicu penurunan kelembapan gambut secara drastis.
Selain bara bawah tanah, petugas di lapangan juga sering menghadapi kendala keterbatasan sumber air bersih.
Sumur bor dan kanal buatan tidak berfungsi optimal karena muka air tanah ikut mengalami penurunan.
Sistem deteksi dini yang belum maksimal turut memperbesar peluang api menyebar lebih dalam ke struktur gambut.
Upaya pencegahan melalui pemantauan tinggi muka air secara konsisten dinilai jauh lebih efektif.