Mark Zuckerberg sempat menyusun rencana ambisius untuk menggantikan sebagian besar karyawan Meta menggunakan agen AI.
Rencana tersebut akhirnya dibatalkan akibat kendala teknis serta gelombang protes dari para pekerja.
Berdasarkan laporan Reuters, Meta menyiapkan program reorganisasi perusahaan bernama Project OT.
Program ini mengandalkan agen kecerdasan buatan yang diawasi oleh sekelompok kecil pegawai manusia.
Engineer dan desainer perlahan ditransisi menjadi builder dengan manajemen menengah yang menyusut.
Meta juga berencana memangkas jumlah karyawan di sejumlah tim hingga 60 persen.
Gelombang pemutusan hubungan kerja tersebut sedianya dijadwalkan berlangsung pada November 2026.
Zuckerberg akhirnya membatalkan atau menunda rencana PHK massal tersebut.
Peluncuran AI internal Meta tercatat mengalami banyak masalah di tengah lonjakan perubahan kode.
Lonjakan tersebut ternyata tidak diiringi dengan peningkatan produktivitas yang sepadan.
Jumlah masalah teknis dan insiden keamanan justru melonjak signifikan hingga 50 persen.
Waktu yang dihabiskan karyawan untuk menangani berbagai kendala itu ikut naik 70 persen.
Meta dilaporkan tidak sepenuhnya meninggalkan program besar tersebut meski ada pembatalan.
Tim-tim kecil yang dibantu AI masih tetap digunakan di beberapa bagian perusahaan.