Bencana banjir mematikan di perbatasan China dan Nepal menyoroti peningkatan risiko bencana di kawasan Himalaya.
Kawasan tersebut kini menjadi pusat perlombaan proyek-proyek raksasa yang digarap oleh negara-negara setempat.
Pembangunan Masif di Kawasan Sensitif
China memimpin pembangunan infrastruktur besar-besaran untuk menjadikan wilayah Tibet dan perbatasan sebagai pusat energi hijau.
Proyek tersebut mencakup bendungan senilai USD 168 miliar serta berbagai saluran transmisi listrik tegangan tinggi.
India dan Nepal turut menggelontorkan dana besar untuk membangun fasilitas pembangkit listrik dan akses militer.
Para ahli mengingatkan bahwa aktivitas konstruksi berat di wilayah seismik aktif ini memicu ancaman serius bagi lingkungan.