⌂ Beranda News Kisah perjuangan skuad Persebaya pulang ke Surabaya pascaerupsi
News

Kisah perjuangan skuad Persebaya pulang ke Surabaya pascaerupsi

Ilustrasi aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau
Kisah perjuangan skuad Persebaya pulang ke Surabaya pascaerupsi
A A Ukuran Teks16px

Persebaya Surabaya harus menempuh perjalanan panjang yang tidak biasa untuk kembali ke Surabaya setelah melakoni laga tandang.

Erupsi Gunung Anak Krakatau membuat seluruh rencana kepulangan skuad Bajul Ijo melalui jalur udara dari Lampung harus dibatalkan.

Sebelumnya, tim asuhan tersebut baru saja merampungkan pertandingan pekan pertama Super League 2026/2027 melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC.

Laga yang berlangsung di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, pada Sabtu (5/9/2026) tersebut berakhir dengan skor imbang 1-1.

Kombinasi Jalur Darat, Laut, dan Kereta

Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang teramati sejak Jumat (4/9) malam WIB berdampak langsung pada penutupan sejumlah bandara.

Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Halim Perdanakusuma turut ditutup sementara akibat sebaran abu vulkanik pada Minggu (6/9).

Kondisi tersebut memaksa rombongan Persebaya meninggalkan Bandar Lampung pada Minggu (6/9) pagi melalui jalur darat menuju Pelabuhan Bakauheni.

Dari Bakauheni, mereka menyeberang dengan kapal feri menuju Pelabuhan Merak, Banten, sebelum melanjutkan perjalanan darat ke Jakarta.

Setibanya di Jakarta, rombongan Persebaya langsung beralih menggunakan kereta api untuk meneruskan perjalanan hingga tiba di Surabaya.

Rangkaian perjalanan darat, laut, dan kereta api ini membuat durasi istirahat para pemain menjadi jauh lebih panjang.

Kini Persebaya harus segera memulihkan kondisi fisik pemain jelang laga pekan kedua Super League 2026/2027.

Bajul Ijo dijadwalkan menjamu PSIM Yogyakarta di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, pada Minggu (13/9).

📰 Update Terbaru