Media pemerintah Iran melaporkan peluncuran rudal balistik baru sebagai bagian dari doktrin pertahanan untuk merespons ancaman secara langsung.
Kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran sebelumnya membanggakan kemampuan rudal tersebut yang diklaim telah diuji coba terhadap kapal perang.
Kantor berita Press TV menyebut kehadiran rudal Qassem Basir sebagai titik balik strategi pertahanan negara tersebut.
Senjata itu diperkenalkan pertama kali pada tahun 2025 dengan perkiraan jangkauan setidaknya 1.200 kilometer.
Hulu ledak rudal ini dirancang dapat bermanuver serta mengoreksi arah saat meluncur turun menuju sasaran.
Berbeda dari rudal konvensional yang mengandalkan koordinat peta, senjata ini dibekali sistem pelacak elektro optik dan inframerah.
Sistem tersebut berfungsi mencocokkan wujud objek sekaligus mendeteksi panas dari mesin kapal bergerak.
Pihak berwenang menyatakan rudal ini tidak mudah dilumpuhkan oleh gangguan elektronik karena mengandalkan visual dan sensor panas.
