⌂ Beranda News BSSN Ungkap 5,5 Miliar Serangan Siber Akibat Lonjakan Ransomware AI
News

BSSN Ungkap 5,5 Miliar Serangan Siber Akibat Lonjakan Ransomware AI

Ilustrasi keamanan siber dan ancaman ransomware berbasis AI
BSSN Ungkap 5,5 Miliar Serangan Siber Akibat Lonjakan Ransomware AI
A A Ukuran Teks16px

Pemanfaatan kecerdasan buatan kini mempercepat industrialisasi kejahatan siber di kawasan Asia Pasifik secara signifikan.

Peretas memanfaatkan teknologi canggih tersebut untuk mempercepat proses pengintaian, pemindaian kerentanan, hingga pembuatan umpan phishing.

Lonjakan Serangan dan Darurat Siber di Indonesia

Berdasarkan laporan Ensign InfoSecurity, aktivitas ransomware di kawasan ASEAN meningkat dua kali lipat sepanjang tahun 2025.

Pelaku kejahatan siber kini juga lebih memprioritaskan pencurian data penting daripada sekadar mengenkripsi sistem.

Di Indonesia, Badan Siber dan Sandi Negara mencatat 5,5 miliar aktivitas serangan siber sepanjang periode tersebut.

Angka itu melonjak lebih dari tujuh kali lipat jika dibandingkan dengan rata-rata tahunan pada rentang 2020 hingga 2024.

Kementerian Komunikasi dan Digital juga melaporkan kerugian masyarakat akibat penipuan digital telah menembus Rp 7,5 triliun.

Organisasi diingatkan agar tidak mengandalkan kontrol keamanan statis karena kemampuan AI berkembang sangat cepat.

📰 Update Terbaru