Presiden Amerika Serikat Donald Trump belum lama ini menggelar jamuan makan malam kenegaraan untuk menyambut Presiden China Xi Jinping.
Kedua pemimpin global tersebut bertemu untuk membicarakan berbagai topik penting termasuk teknologi kecerdasan buatan.
Jamuan makan malam ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh teknologi terkemuka dari berbagai perusahaan global.
Beberapa di antaranya adalah CEO Nvidia Jensen Huang, CEO SpaceX Elon Musk, CEO AMD Lisa Su, dan Chairman Apple Tim Cook.
Tamu penting lainnya yang hadir meliputi CEO OpenAI Sam Altman, co-founder Google Sergey Brin, CEO Meta Mark Zuckerberg, hingga CEO Microsoft Satya Nadella.
Kesepakatan Kerja Sama AI
Sebelum pertemuan berlangsung, Trump sempat mengunggah postingan di media sosial mengenai kecerdasan buatan.
Ia menyebut teknologi tersebut dengan istilah kecerdasan super atau SI.
Menurut siaran pers dari China, Xi Jinping menegaskan bahwa Amerika Serikat dan China mungkin bersaing tetapi harus lebih banyak bekerja sama di bidang AI.
Kedua pihak dinilai dapat melanjutkan dialog mengenai risiko serta manfaat teknologi tersebut.
Selain itu, mereka sepakat untuk bersama-sama mencegah penyalahgunaan serta pelanggaran AI.
Xi juga menekankan bahwa AI harus tetap berada di bawah kendali manusia dan dikembangkan untuk hal yang positif.
Pihak China menyebutkan bahwa Trump sepakat agar kedua negara mempertahankan dialog serta memperkuat kerja sama di bidang AI.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent sebelumnya juga telah membahas dialog AI dengan Vice Premier China He Lifeng.
Pembahasan tersebut mencakup saluran untuk insiden terkait AI hingga tingkat keamanan nasional.
Saluran ini disamakan dengan telepon merah era Perang Dingin untuk mencegah eskalasi krisis.
Baik pemerintah AS maupun China sama-sama menolak gagasan pembatasan atau pengereman pengembangan model AI.